Ketua PDIP Diserang
Kronologi Penyerangan Terhadap Ketua PDIP Gorontalo Kris Wartabone, Pelaku Pakai Parang dan Panah
Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Alli mengatakan kronologinya berawal saat Wakil Ketua DPRD Gorontalo ini pulang dari Masjid menuju rumahnya
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapolres-Bone-Bolango-Muhammad-Alli.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Polres Bone Bolango mengungkap kronologi peristiwa penyerangan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Gorontalo, Kris Wartabone pada Selasa (22/08/2023) malam.
Peristiwa yang dialami Wakil Ketua DPRD Gorontalo ini terjadi di Desa Bube, Kabupaten Bone Bolango tersebut.
Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Alli mengatakan kronologinya berawal saat Wakil Ketua DPRD Gorontalo ini pulang dari Masjid menuju rumahnya
"Kejadiannya menurut korban (Kris) bahwa yang bersangkutan pak Kris baru selesai Salat Isya di masjid kemudian kembali ke kediamannya yang tidak terlalu jauh. Saat perjalanan balik, tiba-tiba pelaku muncul dan memepetin, sambil memaki-maki korban," jelasnya pada Rabu 23 Agustus 2023
Kata Muhammad Alli, mendengar makian, korban menegur DM tetapi pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan melayangkan kepada korban. Saat itu korban dapat menghindar.
Pelaku kemudian mengeluarkan panah dan memanah namun tidak mengenai korban. "Korban berusaha kabur dan sudah ramai masyarakat akhirnya pelaku diamankan warga," ungkapnya
Polisi yang datang langsung membawa pelaku ke polres. Polisi masih mendalami motif pelaku melakukan penyerangan tersebut.
"Pelaku jawabannya masih agak mutar-mutar. Memang ada riwayat pernah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan. Hanya waktu itu dikembalikan karena dinilai tidak (maaf) gila,masih waras," katanya
Polisi sudah membawa pelaku ke rumah sakit untuk memeriksa kejiwaannya. "Apakah memang betul, mohon maaf,dia kurang waras atau sengaja," jelasnya
Dia menambahkan pelaku pernah melakukan kejadian serupa kepada Kris pada 2 bulan silam. "Saat itu dilaporkan ke polsek Suwawa, dipanggil keluarga, dibuat pernyataan dan diselesaikan," katanya
Dia mengungkapkan pelaku dan korban tak memiliki hubungan dan tidak saling mengenal. "Tidak saling kenal, kenalnya pun saat kejadian sebelumnya," tegasnya.