Senin, 9 Maret 2026

Ketua PDIP Diserang

Kronologi Penyerangan Terhadap Ketua PDIP Gorontalo Kris Wartabone, Pelaku Pakai Parang dan Panah

Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Alli mengatakan kronologinya berawal saat Wakil Ketua DPRD Gorontalo ini pulang dari Masjid menuju rumahnya

Tayang:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Kronologi Penyerangan Terhadap Ketua PDIP Gorontalo Kris Wartabone, Pelaku Pakai Parang dan Panah
TribunGorontalo.com/AgungPanto
Kapolres Bone Bolango Muhammad Alli 

TRIBUNGORONTALO.COM - Polres Bone Bolango mengungkap kronologi peristiwa penyerangan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Gorontalo, Kris Wartabone pada Selasa (22/08/2023) malam.

Peristiwa yang dialami Wakil Ketua DPRD Gorontalo ini terjadi di Desa Bube, Kabupaten Bone Bolango tersebut.  

Kapolres Bone Bolango AKBP Muhammad Alli mengatakan kronologinya berawal saat Wakil Ketua DPRD Gorontalo ini pulang dari Masjid menuju rumahnya

"Kejadiannya menurut korban (Kris) bahwa yang bersangkutan pak Kris baru selesai Salat Isya di masjid kemudian kembali ke kediamannya yang tidak terlalu jauh. Saat perjalanan balik, tiba-tiba pelaku muncul dan memepetin, sambil memaki-maki korban," jelasnya pada Rabu 23 Agustus 2023

Kata Muhammad Alli, mendengar makian, korban menegur DM tetapi pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan melayangkan kepada korban. Saat itu korban dapat menghindar.

Ketua DPD PDIP Gorontalo Kris Wartabone.
Ketua DPD PDIP Gorontalo Kris Wartabone. (TribunGorontalo.com)

Pelaku kemudian mengeluarkan panah dan memanah namun tidak mengenai korban. "Korban berusaha kabur dan sudah ramai masyarakat akhirnya pelaku diamankan warga," ungkapnya

Polisi yang datang langsung membawa pelaku ke polres. Polisi masih mendalami motif pelaku melakukan penyerangan tersebut.

"Pelaku jawabannya masih agak mutar-mutar. Memang ada riwayat pernah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan. Hanya waktu itu dikembalikan karena dinilai tidak (maaf) gila,masih waras," katanya

Polisi sudah membawa pelaku ke rumah sakit untuk memeriksa kejiwaannya. "Apakah memang betul, mohon maaf,dia kurang waras atau sengaja," jelasnya

Dia menambahkan pelaku pernah melakukan kejadian serupa kepada Kris pada 2 bulan silam. "Saat itu dilaporkan ke polsek Suwawa, dipanggil keluarga, dibuat pernyataan dan diselesaikan," katanya

Dia mengungkapkan pelaku dan korban tak memiliki hubungan dan tidak saling mengenal. "Tidak saling kenal, kenalnya pun saat kejadian sebelumnya," tegasnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved