Jalan-jalan ke Museum Nani Wartabone, Rumah Bekas Pejuang Gorontalo yang Menginspirasi Anak Muda
Di Provinsi Gorontalo, sosok Nani Wartabone adalah salah satu pejuang yang patut dihormati dan diingat oleh masyarakat setempat.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Salah satu kutipan terkenal dari Bung Karno, "bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya," benar-benar mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh rakyat Indonesia dalam mengenang para pejuang kemerdekaan mereka.
Di Provinsi Gorontalo, sosok Nani Wartabone adalah salah satu pejuang yang patut dihormati dan diingat oleh masyarakat setempat.
Nani Wartabone adalah seorang pejuang asal Gorontalo yang memiliki jasa besar dalam memperjuangkan kemerdekaan daerahnya.
Gorontalo berhasil merdeka lebih dari tiga tahun sebelum Indonesia secara resmi mendeklarasikan kemerdekaannya.
Proklamasi kemerdekaan Gorontalo terjadi pada tanggal 23 Januari 1942 di Halaman Kantor Pos, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Bendera merah putih berkibar pada hari bersejarah ini.
Setelah wafat, Nani Wartabone dan istrinya dimakamkan di halaman rumah mereka, yang terletak di Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
Rumah ini kemudian dijadikan museum untuk mengenang jasa-jasa besar Nani Wartabone selama hidupnya.
Museum ini berisi berbagai barang-barang yang menjadi saksi bisu dari perjuangan Nani Wartabone. Meja kerja, kursi sofa, tempat tidur, serta berbagai perabotan rumah tangga lainnya masih ada hingga sekarang.
Semua barang ini dibiarkan dalam keadaan semula, persis seperti ketika Nani Wartabone masih hidup.
Menurut Rendy Hulukati, pengelola museum dan cucu tertua Nani Wartabone, sebagian perabotan tersebut diberi penanda agar tidak sembarangan disentuh oleh pengunjung.
Meja dan kursi kerja, Buffettnya Nani Wartabone, meja pertemuan, serta sofa adalah beberapa di antaranya. Peninggalan berharga ini telah diawetkan dengan baik untuk generasi mendatang.
Tidak hanya perabotan, museum ini juga menyimpan koleksi pribadi Nani Wartabone seperti topi, kacamata, dan senjata yang pernah ia miliki.
Buku-buku miliknya juga tersimpan rapi di lemari yang sama. Untuk menjaga buku-buku yang rapuh karena usia, mereka dilapisi dengan bahan khusus agar tetap utuh.
Museum Nani Wartabone buka untuk umum dan tidak memungut biaya masuk.
Namun, pengunjung diminta untuk mengikuti peraturan yang berlaku di dalam museum, seperti tidak menyentuh barang-barang yang sudah diberi penanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2182023_Rumah-Nani-Wartabone.jpg)