Misi Penting Pelestarian Burung Gelatik Jawa yang Terancam Punah di Gorontalo
Rosyid A Azhar anggota organisasi Biodiversitas Gorontalo (Biota) mengungkapkan bahwa burung Gelatik Jawa ini memiliki status konservasi yang mengkhaw
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1282023_Gelatik-Jawa_0012.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Burung Gelatik Jawa, jenis burung yang menghadapi risiko kepunahan, dengan mudahnya ditemui bersarang di pepohonan Taman Kota Gorontalo, di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan.
Rosyid A Azhar anggota organisasi Biodiversitas Gorontalo (Biota) mengungkapkan bahwa burung Gelatik Jawa ini memiliki status konservasi yang mengkhawatirkan.
"Kita harus menjaga keberadaan burung Gelatik Jawa ini dengan serius, karena status konservasinya menunjukkan kondisi yang memprihatinkan," jelas Rosyid saat berbicara dengan TribunGorontalo.com, Sabtu (12/8/2023).
Untuk melindungi habitatnya, Taman Kota Gorontalo harus dipastikan dalam kondisi yang ideal dengan menjaga kelangsungan pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal bagi burung ini.
Rosyid berharap bahwa usaha pelestarian ini dapat terus berlanjut, dan ia mengingatkan agar tidak ada lagi penebangan pohon yang dapat mengusir burung-burung berharga ini.
"Setiap pohon memiliki peranan penting dalam ekosistem, dan kita berharap agar pohon-pohon ini tetap lestari untuk mendukung kelangsungan hidup burung Gelatik Jawa," tambahnya.
Pentingnya pelestarian berbagai jenis burung satwa liar yang menghuni Taman Kota Gorontalo membuat Rosyid berpendapat bahwa pemerintah harus melihatnya sebagai aset berharga yang harus dijaga dengan baik.
"Ini adalah kekayaan alam yang sangat berharga, dan pemerintah harus memastikan bahwa keberadaan mereka terlindungi dan dimanfaatkan dengan bijak," lanjut Rosyid.
Taman Kota Gorontalo pun memiliki potensi menjadi daya tarik wisata edukatif. Dengan memanfaatkan taman ini sebagai lokasi pengamatan burung dan ruang riset, sekolah-sekolah dan institusi pendidikan tinggi dapat terlibat dalam upaya pelestarian sambil menikmati keragaman satwa liar di tengah kota.
Namun, tantangan dalam pelestarian tidak bisa diabaikan. Menurut Sri Sutarni Arifin, seorang Dosen Perencanaan Tata Kota dari Fakultas Teknik UNG, penebangan pohon yang terjadi di beberapa bagian Kota Gorontalo harus diimbangi dengan upaya penanaman kembali.
Ini penting untuk memastikan bahwa satwa liar yang bergantung pada habitat pohon tidak kehilangan tempat tinggal.
"Kami mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan dampak dari penebangan pohon dan mengingat bahwa penanaman kembali memiliki kontribusi besar terhadap ekosistem," kata Sri Sutarni Arifin.
Pentingnya pohon dalam menjaga keseimbangan ekosistem juga disoroti oleh Sri Sutarni.
"Pohon adalah penyedia oksigen bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Dengan menjaga pohon, kita berkontribusi dalam memelihara kehidupan di planet ini," tegasnya.(*)