Sabtu, 14 Maret 2026

Info Gempa Terkini

Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Jumat 28 Juli 2023, Kedalaman 10 Km di Lokasi Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 km di bawah permukaan laut.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Jumat 28 Juli 2023, Kedalaman 10 Km di Lokasi Ini
TribunGorontalo.com
Gempa bumi Jumat sore 28 Juli 2023. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa berkekuatan magnitudo 3.5 mengguncang wilayah Saburaijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini Jumat 28 Juli 2023. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 km di bawah permukaan laut.

Dilaporkan bahwa episentrum gempa berada pada koordinat 11.75 Lintang Selatan dan 121.86 Bujur Timur.

Titik itu hanya berjarak sekitar 132 km dari arah Tenggara Saburaijua, NTT.

Meskipun telah terjadi guncangan, informasi yang diterima saat ini mengindikasikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Namun, masyarakat di sekitar wilayah guncangan diminta untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini dari sumber resmi seperti BMKG.

Sebagai informasi tambahan, BMKG menyatakan bahwa data awal yang diperoleh mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data masih belum stabil dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang diperoleh.

Saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan material yang disebabkan oleh gempa ini. 

Sebagai informasi, Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk wilayah yang rawan gempa bumi. Wilayah Indonesia secara keseluruhan berada di "Cincin Api Pasifik," suatu daerah di sekitar Samudra Pasifik yang dikenal karena aktivitas seismiknya yang tinggi.

Di dalam cincin ini, terdapat banyak lempeng tektonik yang bergerak, menyebabkan terjadinya gempa bumi, gunung berapi, dan aktivitas vulkanik lainnya.

NTT terletak di sebelah timur Indonesia, dekat dengan batas antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

Akibatnya, wilayah ini menjadi zona subduksi, di mana lempeng Indo-Australia bergerak ke arah bawah lempeng Eurasia.

Proses ini menciptakan banyak potensi untuk gempa bumi, terutama di sepanjang zona subduksi tersebut.

Sejarah gempa bumi di NTT mencatat beberapa kejadian signifikan dalam skala magnitudo yang beragam.

Meskipun gempa-gempa dengan magnitudo kecil (seperti contoh berita sebelumnya) lebih sering terjadi dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan yang parah, tetapi potensi gempa besar dengan magnitudo lebih tinggi selalu ada.

Karena wilayah NTT rawan gempa, penting bagi penduduk setempat dan otoritas terkait untuk selalu meningkatkan kesadaran akan ancaman gempa, menerapkan langkah-langkah mitigasi risiko, dan memiliki rencana darurat yang sesuai untuk menghadapi kemungkinan gempa bumi yang lebih besar dan berdampak signifikan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved