Rabu, 11 Maret 2026

Puluhan Pekerja Draenase Jalan Pandjaitan Kota Gorontalo Ancam Mogok Kerja sampai Gaji Dibayar Lunas

Pekerjaan draenase Jalan Pandjaitan Kota Gorontalo dalam seminggu terakhir terbengkalai. Hal itu dikarenakan puluhan pekerja menuntut haknya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Puluhan Pekerja Draenase Jalan Pandjaitan Kota Gorontalo Ancam Mogok Kerja sampai Gaji Dibayar Lunas
TribunGorontalo.com/Risman Taharuddin
Arsyad Kamarudin, pekerja draenase Jalan Pandjaitan Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo - Pekerjaan draenase Jalan Pandjaitan Kota Gorontalo dalam seminggu terakhir terbengkalai. Hal itu dikarenakan puluhan pekerja menuntut haknya.

Arsyad Kamarudin (50) seorang tukang mengatakan, pekerjaannya pada dasarnya mulai dikerjakan lagi. Hanya saja pemberian gaji pekerja terasa lambat, bahkan seminggu terakhir ini, seluruh pekerja belum menerima hak mereka.

Dia mengatakan, pekerja di lokasi itu terbagi dua, mulai dari basi (tukang) hingga pembantu basi. Hanya saja sejak selasa 18 - 26 Juli 2023 pembayaran hak pekerja tidak terbayarkan.

Katanya, gaji pekerja terkadang dibayar tiga hari sekali. Untuk basi digaji per harinya Rp 150 ribu. Sedangkan, untuk pembantu basi digaji Rp 120 per hari.

Pria kerap disapa Aco itu menegaskan, semua pekerja siap bekerja melanjutkan, pengerjaan draenase ini , namun gaji mereka tidak ditunda. Padahal, sepanjang draenase ini sebelumnya lancar saja.

"Jangankan dibayar seminggu, gaji per harinya saja dibayar setengah-setengah. Saya kasih tau teman-teman jangan dikerjakan kalau belum digaji," ungkap Arsyad kepad TribunGorontalo.com, Senin (26/7/2023).

Aco juga mengaku biasanya pembayaran gaji para pekerja tidak menentu diberikan ke bos. Ia menilai pekerja juga punya tanggung jawab yang harus dibayarkan, tetapi gaji saja tidak terbayar.

Pekerja selama seminggu terakhir ini hanya bisa melirik mobil yang melintas untuk memastikan pembayaran gaji tersebut. Semua pekerja juga sudah menanyakan hal ini ke dinas terkait. Hanya saja, mereka belum mendapat respons memuaskan.

"Di pekerjaan draenase ini dipegang sama Mas Heri dan Pak Nopi sebagai perpanjangan tangan atau yang mengkoordinir para pekerja," ungkapnya.

"Semua pekerja hanya bisa menunggu di bundaran saronde menanti Bos yang akan membayar gaji tersebut," lanjut Arsyad.

Para pekerja pun mengancam bakal mogok kerja jika belum terbayarkan seluruh gaji tersebut.

"Semua pekerja mendengar ke saya, sehingga saya tegaskan ke mereka jangan dilanjutkan pekerjaan, jika belum ada gaji. Sebab, saya tahu banyak. Kasihan hutang mereka juga yang harus dibayar per harinya. Belum biaya rumah tangga," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved