Tips Hidup

Hasil Studi, Ternyata Orang Pernah Selingkuh Akan Kembali Selingkuh

Beberapa penelitian ilmiah telah dilakukan tentang polemik ini dan terbukti bahwa pasangan yang pernah selingkuh bisa kembali berselingkuh.

Editor: Aldi Ponge
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi selingkuh 

TRIBUNGORONTALO - Benarkah pasangan yang pernah berselingkuh akan kembali berkhianat?

Ada yang mengatakan bahwa "sekali tukang selingkuh, akan tetap menjadi tukang selingkuh."

Berpacaran dengan pasangan yamg pernah selingkuh memang dilema, ada kekhawatiran bahwa si dia akan kembali mengkhianati.

Namun, benarkah pasangan yang pernah selingkuh akan kembali mengulangi perbuatannya?

Beberapa penelitian ilmiah telah dilakukan tentang polemik ini dan terbukti bahwa pasangan yang pernah selingkuh bisa kembali berselingkuh.

Penelitian dilakukan oleh peneliti dari University of Denver, Amerika Serikat.

Penelitian itu menemukan bahwa orang yang pernah berselingkuh pada hubungan sebelumnya 3,5 kali berpotensi berselingkuh pada hubungan berikutnya.

Secara terpisah, penelitian serupa juga dilakukan oleh beberapa dari University of Alabama, Amerika Serikat, yang dipublikasikan pada Journal of Research in Personality.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang berselingkuh, dalam hal ini "direbut" dari hubungan sebelumnya cenderung memiliki komitmen yang minim.

"Kami menemukan bukti bahwa individu yang berselingkuh (memiliki sifat) kurang berkomitmen, kurang puas, dan kurang mencurahkan perhatian pada hubungannya," tulis para peneliti dalam laporan mereka.

Di samping itu, individu yang berselingkuh tersebut diketahui juga cenderung lebih tertarik pada alternatif hubungan asmara lain, dan lebih memiliki sifat tidak setia dibandingkan responden yang tidak berselingkuh.

Nah, penelitian ilmiah telah membuktikan dan memperingatkan bahwa berpacaran dengan orang yang pernah berselingkuh akan memberikan risiko Anda bisa saja diselingkuhi juga.

Oleh karenanya, pelajari baik-baik apakah pasangan Anda pernah berselingkuh di masa lalu.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience, hal ini ada hubungannya dengan bagaimana tanggapan otak dan perasaan manusia terhadap tindakan berbohong.

Untuk mendeteksi hal ini, para peneliti di University College meminta para partisipan untuk membantu pasangan mereka menebak isi koin dalam gambar sebuah kaleng yang diburamkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved