Adu Mulut Berujung Keributan, Dua Pria Marisa-Gorontalo Alami Luka Akibat Panah Wayer

Melalui laporan tertulis yang diterima TribunGorontalo.com, kejadian bermula saat MM dan FS membawa IS menggunakan mobil menuju Kecamatan Marisa. 

|
Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Seorang pria korban panah wayer di Marisa, Pohuwato, Gorontalo Rabu dini hari (26/7/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tiga pria, yakni MM, FS, dan IS mengalami insiden yang tak terduga saat mencari kesenangan malam di Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Rabu dini hari (26/7/2023). 

Melalui laporan tertulis yang diterima TribunGorontalo.com, kejadian bermula saat MM dan FS membawa IS menggunakan mobil menuju Kecamatan Marisa. 

Tujuannya mencari wanita BO (booking online/PSK). Sesampainya di Kecamatan Marisa, ketiganya berkeliling ke beberapa Cafe dan akhirnya menuju sebuah hotel.

Sesampainya di hotel tersebut, MM turun dari mobil dan langsung berbicara dengan dua perempuan dan beberapa orang laki-laki yang tidak dikenal.

Sementara itu, FS yang berada dalam mobil mendapat kunjungan dari seorang perempuan yang memaksa dia masuk ke dalam kamar hotel dan berhubungan dengannya.

Namun, setelah berhubungan, Fahriyan Sadiki mengaku tidak memiliki uang untuk membayar perempuan tersebut.

Ketegangan semakin meningkat ketika perempuan tersebut langsung menampar Fahriyan Sadiki.

Melihat kejadian tersebut, MM turun dari mobil dan membela temannya. IS langsung mengamankan Fahriyan ke dalam mobil karena situasi semakin tidak terkendali.

Akan tetapi, kekacauan tidak berakhir di sana. Tiba-tiba, seseorang yang tidak dikenal melepaskan panah Wayer ke arah mobil, mengenai tangan IS dan punggung MM.

Kekacauan tersebut memaksa IS untuk segera meninggalkan lokasi untuk mencari pertolongan medis.

Ia meninggalkan MM yang saat itu sedang terlibat cek-cok dengan beberapa orang yang tidak dikenal.

Setelah keadaan aman, MM kemudian menghubungi IS untuk menjemputnya dan dibawa ke Rumah Sakit Bumi Panua.

Dalam kondisi yang memprihatinkan, panah Wayer masih tertancap di belakang punggungnya.

Kasus ini menimbulkan kehebohan di masyarakat setempat dan polisi telah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang melepaskan panah Wayer dan pelaku yang menganiaya MM.

Penyidik juga sedang memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan bukti guna mengungkapkan secara lebih jelas dan akurat tentang kronologis kejadian ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved