Minggu, 15 Maret 2026

Sekolah Lansia Gorontalo

Jadikan Masyarakat Gorontalo Produktif di Usia Senja, BKKBN Gagas Sekolah Lansia

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendirikan sekolah lansia di Gorontalo. Sekolah lansia disebut bertujuan agar masyarakat G

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Jadikan Masyarakat Gorontalo Produktif di Usia Senja, BKKBN Gagas Sekolah Lansia
TribunGorontalo/Ade Puhi
BKKBN Provinsi Gorontalo memusatkan Sekolah Lansia di Desa Tenggela, Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggagas Sekolah Lansia di Gorontalo.

Sekolah lansia disebut bertujuan agar masyarakat Gorontalo tetap produktif di usia senja.

Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan BKKBN RI, Ni Luh Gede Sukardasih mengatakan, Sekolah Lansia merupakan program dari BKKBN dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas para lansia.

Sehingga, para lansia di Gorontalo tidak lagi menjadi beban keluarga mereka.

"Mindsetnya dari orang-orang itu kan lansia itu sakit-sakitan, tidak produktif. Nah sekolah ini fungsinya disitu," kata Sukardasih saat menghadiri TOT Sekolah Lansia di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (17/7/2023).

Sekolah Lansia tak seperti sekolah pada umumnya. Sistem pembelajaran merupakan pendidikan non formal. Didalamnya memuat materi kesehatan, kesejahteraan sosial, dan tujuh dimensi lansia tangguh.

Para lansia juga bakal menerima pelajaran spritual, nasionalisme, intelektual, hingga keagamaan.

"Sehingga para lansia ini bisa lebih tangguh dan smart," lanjut Sukardasih.

Sekolah Lansia dipusatkan di Desa Tenggela, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Sekolah Lansia rencananya akan dilaunching besok, Selasa (18/7/2023).

Para lansia didata terlebih dahulu oleh BKKBN. Mereka kemudian disatukan dan diberikan penjelasan mengenai sekolah lansia tersebut.

"Jadi (lansia) dikumpulkan. Kita identifikasi dulu di suatu tempa. Cari tahu jumlah lansianya, berapa yang mandiri, dan siapa saja yang sakit-sakitan, nanti kita kasih materi sesuai dengan kebutuhan mereka," jelasnya.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Gorontalo Hartati Suleman, alasan sekolah lansia dipusatkan di Desa Tenggela karena kelompok lansia telah dibentuk dan dibina oleh BKKBN Gorontalo sejak beberapa tahun terakhir.

"Namun, pengetahuan yang harus disampaikan kepada mereka masih sangat terbatas," tutur Hartati.

Program Sekolah Lansia dilangsungkan selama enam bulan. Lulusan Sekolah Lansia bakal menjalani wisuda seperti sekolah pada umumnya.

Guru-guru pun telah dilatih oleh BKKBN. Sehingga, para calon alumni Sekolah Lansia diharapkan lebih smart, produktif, mandiri, utamanya tidak membebani keluarga.

"Jadi BKKBN ini pertama kali kita membuat satu percontohan dahulu. Setiap provinsi di Indonesia itu harus ada satu sekolah lansia, dan kita optimalkan," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved