Minggu, 15 Maret 2026

Sempat Kabur usai Tikam 2 Pria Gorontalo hingga Tewas, Roy Chandra Kaluku Menyerahkan Diri ke Polisi

Pelaku penikaman di cafe Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo menyerahkan diri ke Polsek terdekat, pasca akhiri hidup dua korban.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sempat Kabur usai Tikam 2 Pria Gorontalo hingga Tewas, Roy Chandra Kaluku Menyerahkan Diri ke Polisi
TribunGorontalo.com
Kasatreskrim Polres Gorontalo Iptu I Made Budiantara Putra saat dimintai keterangan terkait kasus penikamam di cafe Limboto-Gorontalo (TribunGorontalo.com/Husnul Puhi) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Pelaku penikaman di Cafe Hantu, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo telah menyerahkan diri ke Polsek terdekat, pasca mengakhiri hidup dua pria.

Diketahui, identitas pelaku bernama Roy Chandra Kaluku. Pria berusia 35 tahun ini bekerja sebagai pedagang.

Ia bermukim di Kelurahan Kayu Bulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Penyerahan diri Roy ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Iptu I Made Budiantara Putra.

Kata Budiantara, Roy sempat kabur setelah RK menikam dua pria hingga tewas di dalam bentor.

Pihak kepolisian pun mencari identitas pelaku dari rekaman cctv yang ada di lokasi kejadian. Setelah ditemukan, Satreskrim Polres Gorontalo langsung mendatangi kediaman pelaku.

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pria Ditemukan Meninggal, Diduga Korban Baku Tikam di Cafe Pesisir Danau Limboto

Namun, RK tak ditemui dikediamannya. Hanya istrinya dan beberapa keluarga yang ditemui oleh polisi.

"Setelah kami meminta keterangan kepada istri pelaku, beberapa saat kemudian, ternyata pelaku sudah menyerahkan diri di Polsek Limboto," ungkap Budiantara.

Kemudian, Sat Reskrim langsung mengamankan pelaku yang berada di Polsek Limboto untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Saat proses penyidikan, polisi menemukan beberapa barang bukti berupa pisau yang terisi di dalam sarung.

"Saat kami meminta keterangan, ternyata pisau yang digunakan untuk mengakhiri hidup korban, dibuang pelaku ke sawah yang berdekatan dengan TKP," jelasnya.

Budiantara juga menjelaskan motif dari kasus penikaman yang memakan dua orang korban di tempat hiburan malam.

Motifnya adalah ketersinggungan antara pelaku dan korban yang diketahui memang telah dipengaruhi minuman beralkohol.

"Saat pelaku tersinggung dengan omongan dua korban tersebut, maka pelaku mengeluarkan pisau yang memang dia sudah siapkan di pinggangnya," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved