Anak Eks Pemain Persigo Perkuat Timnas BLiSPI Indonesia di Turnamen Sepak Bola China
Bocah usia 12 tahun tersebut merupakan anak dari Saprin Doe (40) yang merupakan eks pemain Persigo dan Persidago pada masanya.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nabil-Kingdom-Doe.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang bocah bernama Nabil Kingdom Doe akan membela Timnas BLiSPI U-12 di China.
Nabil akan berlaga di Tournament Invitation to 2023 Binzhou International Football Town Cup (Summer), China.
Bocah usia 12 tahun tersebut merupakan anak dari Saprin Doe (40) yang merupakan eks pemain Persigo dan Persidago pada masanya.
Ini bukan pertama kalinya Nabil dipanggil oleh skuad Timnas BLiSPI U-12.
Sebelumnya ia juga dipanggil membela Gorontalo United pada event sepak bola skala Nasional yang digelar oleh BLiSPI di Bogor.
Kemudian, ia terpanggil lagi ke timnas pasca mengikuti turnamen yang sama di Surabaya.
"Kami dapat surat pemanggilan dari BLisPI. Nabil masuk skuat, suratnya kami dapat 1 Juli 2023 kemarin," ungkap Saprin kepada TribunGorontalo.com melalui panggilan telepon, Senin (3/7/2023).
BLiSPI diketahui singkatan dari Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia. Usia muda berbakat dalam sepak bola ditangani oleh Badan tersebut.
Badan ini terbentuk dari kerja sama Kemenpora dan PSSI.
Tujuan BLiSPI adalah mengatur regulasi sekolah sepak bola (SSB) di Indonesia, mulai pembinaan hingga penyelenggaraan turnamen usia muda.
Sejak umur 4 tahun, Nabil disebut mulai mencintai dunia sepak bola.
Nabil ditempa untuk menjadi pemain profesional. Kata Saprin, Nabil selalu merengek minta dibelikan bola kaki.
"Tiap lihat bola di warung, dia pasti suruh beli sampai Nabil itu menangis," kata Saprin.
Menurut Saprin, Nabil bisa masuk ke Timnas BLiSPI U 12 karena kepiawaiannya mengolah si kulit bundar.
Nabil mulai mencuri perhatian pelatih timnas BLiSPI di turnamen Bogor dan Surabaya.
"Dari ikut event ini, Nabil mulai dilirik oleh para pelatih yang ada di BLisPI," ujar Saprin.
Sebelum terpilih di Timnas BLiSPI U 12, Nabil juga sempat bermain di SSB asal Surabaya dan Lombok.
Dua kali Nabil bergabung di tim Surabaya, dan sekali bermain di SSB Lombok.
Saat ini, Nabil baru saja memasuki bangku kelas VII di SMPN 6 Kota Gorontalo lewat jalur prestasi.
Lulusan SDN 86 Kota Gorontalo itu meraih beragam prestasi. Nabil sempat masuk ke peringkat 4 Garuda Anak Nusantara (GAN) event sepak bola skala Nasional.
Kemudian, peringkat 4 di event Nasional BLiSPI Surabaya. Kedua prestasi itu didapatkan Nabil sewaktu membela tim SSB Gorontalo United.
Saprin menjelaskan, semua proses anaknya sampai menembus Timnas BLiSPI itu menggunakan biaya pribadi.
Tak ada sepeserpun pihak pemerintah membantunya. Untuk biaya transport saja, Saprin harus pontang panting mengajukan proposal ke orang-orang yang dikenalnya.
"Biaya pesawat sudah mahal sekarang, itu baru pergi, belum baliknya," jelasnya.
Ia berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan talenta muda lainnya asal Gorontalo. Sebab, para talenta ini telah mengharumkan nama Gorontalo di kancah nasional maupun internasional. (*)