Pesan Bupati Nelson Pomalingo untuk Jemaah Calon Haji Kabupaten Gorontalo
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo melepas keberangkatan jemaah calon haji Kabupaten Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nelson-bersama-jemaah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo melepas keberangkatan jemaah calon haji Kabupaten Gorontalo.
Jemaah Calon Haji kloter 29 dan kloter 32 ini berjumlah 306 orang.
Mereka berkumpul di Masjid Agung Baiturrahman Limboto Kabupaten Gorontalo mulai pukul 03.00 Wita, Senin (12/6/2023).
Seusai menerima arahan dari Kemenag Kabupaten Gorontalo dan Bupati Gorontalo, sembilan rombongan jemaah calon haji menaiki bus pada pukul 06.00-07.00 Wita.
Bupati Nelson Pomalingo dalam sambutannya mengatakan, lebih dari 300 jemaah berangkat ibadah haji menunjukkan bahwa Kabupaten Gorontalo mengalami peningkatan segi ekonomi.
"Paling penting lagi adalah kesadaran untuk melaksanakan ibadah haji ini terus meningkat," papar Nelson Pomalingo seperti dikutip TribunGorontalo.com, Senin (12/6/2023).
Nelson meyakini semua jemaah calon haji telah mempersiapkan diri secara baik. Mulai dari biaya, kesehatan, terutama manasik.
"Kita berharap itu (manasik) dilaksanakan sejak hari ini sampai menjelang haji," ujarnya.
Nelson berpesan agar para jemaah konsentrasi beribadah di tanah suci. Sebab, banyak orang yang ingin berhaji tetapi belum diberikan kesempatan.
Kemudian, ia menghimbau jemaah menjaga kesehatan, terutama jemaah lansia.
"Tolong saling membantu. Ini penting sekali, karena saya melihat banyak lansia," pintanya.
"Kemarin saya ingatkan juga. Anggap mereka (lansia) orang tua kita juga. Kalau orang tua kita, insha Allah kita akan ikhlas membantunya," lanjut Nelson.
Baca juga: Calon Jemaah Haji Bone Bolango Berkurang 4 Orang, Ada yang Sakit dan Meninggal Dunia
Selanjutnya, jemaah diminta memperhatikan kondisi kesehatan ketika beribadah.
"Jangan juga terlalu semangat, kemudian kesehatan tidak dijaga dengan baik," jelasnya.
Ia menambahkan, ibadah haji membutuhkan waktu lebih dari sebulan, sehingga faktor kesehatan begitu penting.
"Kepada yang ditinggalkan, mohon kiranya ikhlaskan. Kita doakan mereka sehat, menjadi haji mabrur. Kembali ke tanah air dengan baik," tutur Nelson. (*)