Pemkot Gorontalo
Marten Taha Sebut Seminar HUT APEKSI XXIII Sasar Pertumbuhan Ekonomi hingga Siasati Inflasi
Sebab, saat ini gejolak ekonomi global masih berlanjut. Sehingga, ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/862023_Wali-Kota-Gorontalo-Marten-Taha.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dalam rangka seminar HUT (Hari Ulang Tahun) APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) ke XXIII tahun ini, memiliki tiga tujuan strategis.
Tiga tujuan itu meliputi investasi, pertumbuhan ekonomi dan mensiasati inflasi.
Hal ini disampaikan Wali Kota Gorontalo Marten Taha saat menghadiri seminar tersebut.
Marten menjelaskan, tiga tujuan strategis itu sangat tepat dibahas dalam seminar HUT APEKSI ke XXIII 2023.
Sebab, saat ini gejolak ekonomi global masih berlanjut. Sehingga, ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik.
Kata Marten, pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dihadapkan dengan sebuah tantangan persistensi inflasi.
Karenanya, hal tersebut perlu dieskalasi bersama. Baik di level pemerintah daerah maupun nasional.
Tujuannya, untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Misal, pada sektor pangan merupakan salah satu penyebab inflasi, yang cukup sering menjadi penyumbang inflasi di daerah.
"Sangat dibutuhkan sinergi dan koordinasi antar daerah, untuk dapat mengendalikan inflasi pangan secara efektif dan strategis, dengan penuh optimisme tanpa mengurangi kewaspadaan," ujar Marten.
Marten jyga menjelaskan, bahwa sektor pertanian juga memiliki peran penting dalam penyediaan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berpengaruh pada kestabilan inflasi.
Hal ini dapat dijabarkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercemin dari tersediannya pangan yang cukup, jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau.
"Kondisi ketahanan pangan itu sendiri dipengaruhi sejumlah faktor fundamental. Yakni produksi, distribusi, tata niaga, dan konsumsi," imbuhnya.
Selain itu, peran ekonomi kreatif sebagai sub sektor untuk pemenuhan kebutuhan pangan, dapat menjadi salah satu potensi pengembangan usaha.
"Dalam hal ini, pemerataan produksi, distribusi, tata niaga dan konsumsi dibutuhkan peran investasi dalam pemenuhan kebutuhan," ungkap Wali Kota.