Sabtu, 14 Maret 2026

Budaya Gorontalo

Memopulerkan Paiya Lo Hungo Lo Poli, Warisan Budaya Tak Benda Gorontalo yang Mulai Ditinggalkan

Fatma Umar, Dosen Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (5/6/2023)

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Memopulerkan Paiya Lo Hungo Lo Poli, Warisan Budaya Tak Benda Gorontalo yang Mulai Ditinggalkan
TribunGorontalo.com
Dua remaja Gorontalo tengah melakukan Paiya Lo Hungo Lo Poli. 

Karena sasarannya ke pelajar SMP, maka kata Fatma, pemilihan diksi dikhususkan dengan perkembangan mereka.

"jadi tidak bawa ke percintaan muda-mudi, tapi ke percintaan terhadap orang tua, negara, guru, ataupun diri sendiri," lanjutnya.

Baca juga: Dua Budaya Gorontalo yang Terancam Punah, Ada Dulialo dan Dembulo, Apa itu?

Pemilihan diksi yang digunakan adalah pilihan secara teliti agar tidak merusak pikiran mereka.

Selain kepada pelajar SMP, pelatihan Paiya Lo Hungo Lo Poli juga diadakan untuk pelajar SMA/SMKdan universitas.

Tujuan dilakukan pelatihan ini kata Fatma adalah untuk menghidupkan kembali Paiya Lo Hungo Lo Poli dengan cara melatih anak-anak.

"Jadi nanti sebulan dua bulan kedepan, mereka akan mengadakan lomba kemungkinan di lapangan terbuka," ujarnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved