Budaya Gorontalo
Memopulerkan Paiya Lo Hungo Lo Poli, Warisan Budaya Tak Benda Gorontalo yang Mulai Ditinggalkan
Fatma Umar, Dosen Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (5/6/2023)
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/562023_Paiya-Lo-Hungo-Lo-Poli.jpg)
Karena sasarannya ke pelajar SMP, maka kata Fatma, pemilihan diksi dikhususkan dengan perkembangan mereka.
"jadi tidak bawa ke percintaan muda-mudi, tapi ke percintaan terhadap orang tua, negara, guru, ataupun diri sendiri," lanjutnya.
Baca juga: Dua Budaya Gorontalo yang Terancam Punah, Ada Dulialo dan Dembulo, Apa itu?
Pemilihan diksi yang digunakan adalah pilihan secara teliti agar tidak merusak pikiran mereka.
Selain kepada pelajar SMP, pelatihan Paiya Lo Hungo Lo Poli juga diadakan untuk pelajar SMA/SMKdan universitas.
Tujuan dilakukan pelatihan ini kata Fatma adalah untuk menghidupkan kembali Paiya Lo Hungo Lo Poli dengan cara melatih anak-anak.
"Jadi nanti sebulan dua bulan kedepan, mereka akan mengadakan lomba kemungkinan di lapangan terbuka," ujarnya.(*)