Tips Muhammad Rizal Bakari Hingga Bisa Jadi Hafidz Al-Qur'an sejak Usia 5 Tahun
Mulai pukul 07.00-14.00 Wita, Rizal mengikuti pembelajaran akademik, dilanjutkan hafalan Al-Qur'an pada pukul 14.00-16.00 Wita.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/362023_Mohammad-Rizal-Bakari.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto -- Muhammad Rizal Bakari (12) pelajar Gorontalo sudah jadi Hafidz Al-Qur'an sejak usia lima tahun.
Saat itu Rizal masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Menurut pengakuan ibunda Rizal, Ilma Ahmad (41), anaknya itu memang dibiasakan mengulang-ngulang bacaan Al-Qur'an.
"Pertama itu muroja'ah. Yang kedua pengayaan tambahan hafalan," kata Ilma kepada TribunGorontalo.com di Masjid Baiturrahman Limboto, Sabtu (3/6/2023).
Mulai pukul 07.00-14.00 Wita, Rizal mengikuti pembelajaran akademik, dilanjutkan hafalan Al-Qur'an pada pukul 14.00-16.00 Wita.
"Itu kayak les, tapi dibayar sendiri," ungkapnya.
Guru honorer ini bercerita, Rizal saat berumur dua tahun selalu dibawa mengajar di TK Lukmanul Hakim.
Akhirnya ia mendaftarkan Rizal ke sekolah tersebut. Rizal pun mulai diajarkan hafalan surah Al-Fatihah sampai Al-Bayyinah.
Kedua orangtuanya pun membiasakan Rizal mengulang hafalannya di rumah setiap sehabis shalat subuh.
Kemudian Rizal meneruskan pembelajaran hafalan sampai SD di sekolah yang sama.
"Hafal Juz 30 itu kelas 3," ucap ibunda Rizal.
Selain menghafal Al-Qur'an, Rizal juga diajarkan menunaikkan shalat lima waktu.
Ia juga terbiasa berpuasa sunnah Senin dan Kamis.
"Biar dia tidak tepat waktu, tapi dia tetap shalat," ujar Ilma.
Setiap hari Rizal memegang Al-Qur'an guna menjaga hafalannya.
"Kata ustadnya, dia (Rizal) dapat nilai plus untuk bacaan. Kalaupun kadang lupa tapi bacaannya bagus," imbuhnya.