Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin, Update Harga Pangan di Pasar Gorontalo dan Opini BPK untuk Pemprov Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM merangkum sejumlah berita populer sepanjang Selasa (30/5/2023). Berita-berita itu masih relevan dibaca hari ini, Rabu (31/5/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/18523-pedagangbarito.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM merangkum sejumlah berita populer sepanjang Selasa (30/5/2023). Berita-berita itu masih relevan dibaca hari ini, Rabu (31/5/2023).
Pengunjung Pasar Gorontalo Senang Harga Barito Tidak Naik, Ini Updatenya Selasa 30 Mei 2023
Reporter: Prailla Libriana
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Masyarakat bersyukur, harga bawang, rica, dan tomat (barito di Pasar Gorontalo tak mengalami kenaikan per hari ini, Selasa (30/5/2023).
Yuli misalnya, wanita usai 45 warga Kelurahan Sipatana ini mengakui syukurnya karena bariot tak lagi naik harga.
"Alhamdulillah uti ini barito sudah tidak naik-naik harganya," ucapnya.
Meski demikian, Yanti mengakui harga demikian tentu tidak akan bertahan lama. Ada saatnya ketika koomoditas di Pasar Gorontalo naik.
Opini BPK RI untuk Laporan Keuangan Pemprov di Sidang DPRD Provinsi Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengumumkan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah provinsi di Sidang Paripurna ke-101 DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (29/5/2023).
Anggota VI BPK RI Pius Lustrilanang mengaku jika laporan keuangan Pemprov Gorontalo mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Penilaian BPK ini tentu bukanlah hal biasa. Sebab, dengan penilaian ini, artinya kini Pemprov Gorontalo telah mendapat opini WTP dari BPK hingga 11 kali berturut-turut.
Pencapaian Opini WTP ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
Tentunya tidak lepas juga dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan DPRD dalam pelaksanaan fungsi dan pengawasannya.
Erwinsyah Ismail Minta Pemerintah Bangun Sirkuit Resmi untuk Drag Bike
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail meminta pemerintah bisa membangun sirkuit resmi khusus drag bike.
“Jadi saya meminta kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, tolonglah kami untuk dibuatkan sirkuit permanen drag race, itu permintaan kami dari IMMI,” kata Erwin yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Gorontalo.
Bukan tanpa alasan, Erwin meminta hal demikian karena melihat maraknya balapan ilegal di jalan raya. Selain berbahaya bagi pelaku, balap liar di jalan raya juga mengganggu ketertiban umum.
Beruntung pada Jumat (19/05/2023) di Jalan Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Bone Bolango, para pembalap bisa menyalurkan hobinya.
Kegiatan balapan itu bertajuk Kejuaraan Drag Bike Seri 1 dan Open Turnamen Drag Rice BRT Championship Gorontalo tahun 2023.
Ismail Pakaya Minta PU Perhitungkan Pembangunan Bandara Pohuwato
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya meminta pembangunan Bandara Pohuwato diperhitungkan dengan baik.
Ia meminta, agar Bandara Pohuwato dibangun untuk digunakan hingga berpuluh-puluh tahun ke depan.
Artinya, pembangunanya haruslah memikirkan anak cucu, tidak sekadar dibangun untuk zaman sekarang.
“Sebelum ada pemukiman dan macam-macam di daerah sana silahkan diperhitungkan dari sekarang. Misalnya di daerah sekitar ada hutan lindung dan lain sebagainya. Perhitungkan semuanya dengan baik untuk 30 atau bahkan 40 tahun ke depan,” kata Ismail saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Kepala – Kepala Balai Kementerian Perhubungan wilayah Gorontalo di Aula Rujab Gubernur, Minggu (28/5/2023).
Penjagub Ismail menilai kehadiran bandara Pohuwato bisa menjadi masalah setelahnya jika tata ruang tidak direncanakan dengan baik.
Pedagang Beras Gorontalo Ini Curhat Pernah 4 Kali Bangkrut, Berjuang Demi Sekolahkan Anak
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Alwin (48) pedagang beras Gorontalo mengenang masa sulit ketika usahanya bangkrut sampai empat kali.
Alwin memulai bisnis menjadi juragan beras sejak tahun 1997 silam. Saat itu ia masih berusia 22 tahun.
13 tahun menjalankan usahanya, Alwin memutuskan merantau ke Bitung pada tahun 2010.
Usai lima tahun melanglang buana di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, pria asal Bongomeme ini kembali ke kampung halamannya tahun 2015.
Lalu ia mencoba menjelajahi Sulut lagi empat tahun kemudian. Barulah pada 2019, Alwin pulang ke Gorontalo.