Setelah Bima, Tiktoker Ini juga Viral Gegara Kritik Pemerintah, Pejabat Aceh Gantian Disoriti
Setelah Bima Lampung, kini sosok TikToker yang mengkritik pemerintah Aceh gantian viral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/video-viral-TikToker-berjilbab-kritik-pemerintah-Aceh-wedfcxdsz.jpg)
Selain itu, dalam video TikToknya yang berdurasi 03.00 menit, Rahma mengungkapkan menyinggung dana otsus pemerintah Aceh.
"Kalau kalian mengelola dana otsus dengan baik dan benar, nggak mungkin Aceh mendapatkan julukan Provinsi termiskin di Sumatera, nggak mungkin Aceh mendapatkan julukan mendapatkan ranking ke 13 Provinsi terkorup di Indonesia," katanya.
Rahma membongkar dana otsus yang tak akan lagi didapatkan pemerintah Aceh di tahun-tahun mendatang.
Hal tersebut menurutnya akan memperburuk bagaimana pemerintah Aceh dapat menyiapkan alternatif cerdas untuk membuat wilayahnya tetap sejahtera.
"Apalagi saya mendapatkan info bahwa tahun 2027 adalah tahun terakhir kita mendapatkan dana otsus sesuai dengan undang-undang 2006 nomor 11, 2028 kita nggak ada lagi dana otsus,"
"Bayangin pemerintah aja mendapatkan dana otsus aja tidak sanggup membuat Aceh tidak maju, apalagi kalo dana otsusnya sudah ditiadakan, apa kalian sudah menyiapkan alternatif cerdas dan waras lainnya untuk menghadapi undang-undang tersebut?,"
"Jangan sampai gara-gara ketidakbecusan kalian masyarakat Aceh yang harus menanggung derita, atau mau mengamandemenkan undang-undang? kalian fikir untuk mengamandemenkan undang-undang itu butuh waktu yang singkat? terlambat, kemaren-kemaren kalian kemana aja? tidur? ngantuk?," paparnya.
“Ditambah lagi sebagian masyarakat aceh koar-koar ingin merdeka dari Indonesia, logika aja pemerintah Aceh mengurus desa saja tidak becus, apalagi mengurus Aceh sebagai negara," sambungnya.
"Kita bisa melihat pengalaman-pengalaman di masa lalu bahwa masyarakat Aceh rela saling membacok berantem dengan sesama partai demi kekuasaan, mungkin pejabat Aceh itu bakal gagal jadi penzina tapi susah jadi koruptor, agama paham korupsi tetap jalan, bener?," katanya.
Lebih lanjut, Rahma meminta agar penegakan hukum di Aceh bisa diperkuat.
Ia menyarankan agar penegakan hukum bukan hanya hukum soal perzinaan saja, tetapi hukum lainnya juga.
Menurutnya, banyak anak muda yang berpotensi di Aceh tetapi sulit untuk berkembang.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh postingan video lainnya yang berdurasi 02:36 menit.