Fakta Pertemuan Jokowi dengan 6 Ketum Partai Politik: NasDem Tak Diundang hingga Apa yang Dibahas
Berikut fakta-fakta pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan enam ketua umum (Ketum) partai politik pendukung pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pertemuan-Presiden-Jokowi-dengan-para-Ketum-Parpol.jpg)
"Titipan besar bahwa kita harus rukun, kita harus kompak demi kepentingan negara, intinya itu," jelas Prabowo.
Sementara itu, Plt Ketum PPP, Muhamad Mardiono, mengatakan dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan agar Pileg dan Pilpres harus bisa dinikmati oleh rakyat.
Sehingga, bonus demografi yang dimiliki Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik.
"Pembahasan tadi menyebut bahwa pesta demokrasi benar-benar harus bisa dinikmati oleh rakyat dan kemudian juga hasilnya itu nanti untuk menyongsong bonus demografi," ujarnya.
Jokowi Titip Soal Ekonomi Indonesia
Ketua Umum Geridra, Prabowo Subianto mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi memberikan pesan terkait ekonomi Indonesia.
"Kami membahas perkembangan terakhir bidang ekonomi, ramalan semua negara besar, ramalan World Bank, IMF, semua bahwa Indonesia benar-benar punya potensi benar-benar untuk menjadi negara maju," ujarnya.
Prabowo menambahkan, bahwa saat ini ekonomi Indonesia berada di urutan ke-16 besar dunia.
Dia mengatakan, ekonomi Indonesia ke depan sangat mungkin menjadi urutan ke-4 terbesar dunia.
"Sekarang kalau tidak salah GDP kita sudah Rp 1,5 triliun, diperkirakan ekonomi kita sudah ke-16 terbesar dan diperkirakan kita sangat mungkin bisa menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia kalau kita bisa pandai memanfaatkan keadaan. Jadi itu titipan beliau kepada kita-kita," ucap Prabowo Subianto.
(Tribunnews.com/Abdillah Awang, Rizki Sandi Saputra, Taufik Ismail, Chaerul Umam)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Pertemuan Jokowi dengan Ketum Parpol Pendukung Pemerintah: NasDem Tak Diundang