Kembali Pamer Keakraban, Ganjar Tepis Isu Berselisih Paham dengan Jokowi Buntut Piala Dunia U-20
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kini telah kembali memperlihatkan keakrabannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (10/4/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jokowi-ditemani-Ganjar-Pranowo-saat-tarawih.jpg)
"Setelah saya lihat di media, mungkin Beliau memberikan catatan juga kepada saya," kata Ganjar.
"Pasti Beliau ada lah rasa tidak sama dan sebagainya, tidak bisa dipungkiri. Sebagai seorang pemimpin, sebagai manusia biasa yang menyiapkan dari awal," ungkapnya.
Ganjar menjelaskan, dirinya sejak awal sebenarnya mendukung digelarnya Piala Dunia U-20 di Indonesia namun mengambil sikap tegas saat Israel ternyata akan datang bermain di Tanah Air.
Sebelumnya diberitakan, komitmen dan tanda tangan diungkit oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika curhat tentang sulitnya perjuangan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 seolah hendak memberikan sindiran kepada pihak tertentu.
Dalam curhatannya, Jokowi menjelaskan bahwa provinsi dan kota tempat pertandingan Piala Dunia U-20 akan digelar sebenarnya sudah menandatangani perjanjian komitmen sebagai tuan rumah.
Dikutip TribunWow dari Instagram @jokowi, curhatan ini disampaikan oleh Jokowi saat hadir dalam acara silaturahmi Ramadhan bersama lima ketua umum (ketum) partai di DPP PAN, Minggu (3/4/2023).
Awalnya Jokowi menceritakan bagaimana permasalahan sepak bola membuatnya pusing.
"Urusan bola ini memang, pusing saya dua minggu ini gara-gara bola ," kata Jokowi.
Jokowi menceritakan dirinya harus melewati seleksi melawan puluhan negara yang hendak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 hingga akhirnya tersisa seleksi melawan dua negara lain lalu berhasil menang.
"Puluhan negara mengajukan, kita juga ikut mengajukan, lobi sana, lobi sini, menyampaikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas-fasilitas kita," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan selama tiga tahun mempersiapkan Piala Dunia U-20, perjalanan yang dilalui tak mulus karena harus berkali-kali melakukan pengecekan dan perbaikan lapangan.
Jokowi bercerita, saat menandatangani country host guarantee, sudah tercantum persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dan menjadi komitmen tuan rumah.
Mantan Wali Kota Solo itu kemudian mengungkit bagaimana komitmen juga telah disetujui oleh pihak provinsi dan kota yang jadi tempat diselenggarakannya Piala Dunia U-20.