Tengkes Gorontalo

Data Tengkes Gorontalo: dari 23 Ribu Anak yang Diukur ada 1.328 Berstatus Pendek

Baru-baru ini, demi mendapatkan gambaran angka tengkes Gorontalo, dilakukan pengukuran tinggi badan terhadap 23 ribu anak. 

TribunGorontalo.com
Menurunkan angka Tengkes Gorontalo masih menjadi pekerjaan pemerintah. Tengkes atau stunting berkaitan dengan masa depan anak. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah terus mengintervensi angka tengkes Gorontalo. Tahun ini ditargetkan turun 5,8 persen. 

Baru-baru ini, demi mendapatkan gambaran angka tengkes Gorontalo, dilakukan pengukuran tinggi badan terhadap 23 ribu anak. 

Pengukuran tinggi badan anak untuk deteksi dini tengkes Gorontalo itu diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Gamaria Purnamawati Monoarfa.

Katanya, berdasarkan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGMB) tahun 2022, dari 91.109 sasaran tengkes, 318 di antaranya berstatus sangat pendek. Disusul pendek 1328, normal 21247 dan tinggi 44 orang.

Baca juga: Masih di Angka 19 Persen, Angka Stunting Kota Gorontalo Diusahakan Turun hingga 14 Persen

“Data ini dihimpun dari enam kabupaten kota,” kata Gamaria dilansir TribunGorontalo.com, Senin (3/4/2023) dari web resmi pemprov. 

Ia menuturkan, perbedaan anak yang mengalami tengkes (stunting) dan tidak bisa dilihat dari penurunan berat badan. 

Dilanjutkan dengan penurunan fungsi kognitif hingga hambatan pertumbuhan linier (stunting).

Beberapa langkah yang sudah diambil oleh TP PKK Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan unsur terakhir yakni dengan program satu hari satu telur atau one day one egg. 

Program diawali deteksi dini pertambahan berat badan khususnya bagi anak usia kurang dari dua tahun.

“Kita juga menilai panjang untuk melihat risiko stunting pada usia dua tahun kehidupan. Terkahir pemberian nutrisi yang mencukupi zat gizi makro, dan zat gizi mikro yang diperlukan untuk proses pertumbuhan,” paparnya.

Baca juga: Baznas Gorontalo Alokasikan Dana Setengah Miliar untuk Atasi Stunting

Capaian penurunan tengkes di Gorontalo tahun 2021 dan 2022 di Provinsi Gorontalo cukup signifikan. 

Pada 2022 penurunan tengkes Pohuwato menjadi paling tinggi yakni 6,4 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar 34,6 persen.

Selanjutnya Kota Gorontalo dari 26,5 persen jadi 19,1 persen, kabupaten Bone Bolango dari 25,1 persen menjadi 22,3 persen serta Kabupaten Gorontalo Utara dari 29,5 persen menjadi 29,3 persen.

Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo yang mengalami kenaikan masing-masing dari 29,8 persen menjadi 29,9 persen dan 28,3 persen menjadi 30,8 persen. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved