Duet Ganjar Pranowo-Prabowo di Pilpres 2024 Bisa Terjadi, 3 King Maker Disebut Jadi Penentunya
Duet Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan kader PDIP Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai pasangan capres-cawapres dinilai bisa terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/040223-prabowo-ganjar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Duet Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan kader PDIP Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai pasangan capres-cawapres dinilai bisa saja terjadi.
Hal ini sebagaimana disampaikan pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, yang menyampaikan bahwa duet Prabowo dan Ganjar bisa saja terjadi jika ada kesepakatan tiga king maker.
Tiga king maker ini adalah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo sendiri sebagai Ketum Partai Gerindra.
Baca juga: 327 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Prabowo - Ganjar Berpotensi Menang 56, 9 Persen
Menurut Adi, kemungkinan ini juga diperkuat oleh pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang tak menampik kemungkinan itu bisa terjadi di Pilpres 2024.
"Jadi pernyataan Pak Hasto menegaskan bagi saya di 2024 apapun bisa terjadi. Kalau duet Prabowo-Ganjar terwujud ya tentu pastinya hasil kesepakatan Megawati dengan Prabowo dan Jokowi," tutur Adi, dikutip Kompas.com, Rabu (22/3/2023).
"Ini kan tiga king maker yang sangat bisa menentukan soal siapa yang bisa berduet. Apakah Prabowo-Ganjar, atau Ganjar-Prabowo. Kan itu-itu saja," imbuhnya.
Dalam berbagai kesempatan, Jokowi dinilai kerap menyatakan sinyal dukungan terhadap Ganjar maupun Prabowo.
Sementara, Megawati sebagai Ketua Umum, berwenang memberi restu kepada Ganjar yang sudah menegaskan kepatuhannya pada keputusan partai.
"Begitu pun dengan Prabowo Subianto. Hikmah positifnya mungkin kalau betul pasangan Prabowo- Ganjar ini direstui, bisa maju di 2024, hasil dari beberapa simulasi survei memang cukup leading pasangan ini," tutur Adi.
Baca juga: 329 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Anies - AHY Makin Intens Bertamu
Sebagaimana diketahui, Ganjar dalam survei berbagai lembaga, terus menduduki peringkat satu sebagai kandidat capres.
Sementara, Prabowo bersaing dengan mantan Gubernur DKI Anies Baswedan di nomor dua ataupun tiga.
Sehingga bila Ganjar dan Prabowo berpasangan, maka elektabilitas keduanya akan meroket seiring bergabungnya suara pemilih.
Namun, baik PDIP maupun Partai Gerindra hingga saat ini masih ngotot mendukung masing-masing kadernya sebagai capres.
"Makanya pasangan ini kuat, sangat kuat gitu ya dan sangat memungkinkan untuk pertarungan politik. Yang paling rumit memang bagaimana sikap politik PDIP dengan usulan duet Prabowo-Ganjar itu. Apa pun judulnya ya PDIP pemenang pemilu," ujar Adi.
"Ganjar elektabilitasnya lebih kuat dari Prabowo. Pada level itu tentu agak rumit cara menjelaskannya tapi kan kalau elite bersepakat, sudah berkongsi ya selesai semua urusan."
Diketahui sebelumnya, Hasto sempat menanggapi positif rumor pemasangan Ganjar dan Prabowo.
Ia memberikan komentar terkait ucapan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang awalnya memunculkan wacana tersebut.
"Itu kan satu wacana. Boleh dong wacana muncul. Ketika Pak Hashim ditanya, itu (Prabowo-Ganjar) prinsip senioritas," kata Hasto di Universitas Paramadina, Jakarta, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (21/3/2023).
Baca juga: 329 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Penjelasan Puan Maharani soal Koalisi Parpol
Sebelumnya, Adi juga sempat membeberkan penilaia bahwa duet tersebut akan menjadi kubu yang sulit terkalahkan.
Ia pun membeberkan sosok yang dinilai lebih potensial jika didapuk menjadi capres.
"Lebih memungkinkan dan akan lebih memenangkan pertarungan sebenarnya kalau Ganjar capres, Prabowo cawapres. Kan begitu kalkulasi politik statistiknya," beber Adi dikutip Kompas.com, Selasa (14/3/2023).
Menurut Adi, Ganjar lebih memiliki keunggulan di sejumlah aspek jika dibandingkan dengan Prabowo.
Utamanya menilik hasil survei sejumlah lembaga yang menunjukkan Ganjar memiliki elektabilitas di atas 30 persen.
Apalagi PDIP sebagai partai yang menaungi Ganjar juga terbukti telah memenangkan pemilu dua kali berturut-turut.
Baca juga: 329 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Duet Militer-Kepala Daerah Menang, Kode Prabowo-Ganjar?
"Soal daya adaptasi dan penerimaan publik, dari segi kepartaian, dari figur, tentu PDIP dan Ganjar jauh lebih diterima oleh publik, terutama dari angka-angka survei, ketimbang Gerindra dan Prabowo," kata Adi.
Di sisi lain, pasangan Ganjar dan Prabowo dinilai akan menjadi duet yang saling melengkapi, utamanya dari perolehan suara.
Pasalnya, Prabowo menguasai daerah yang kurang menghasilkan suara bagi Ganjar, dan begitupun sebaliknya.
"Dari berbagai simulasi kalau Ganjar dipasangkan dengan Prabowo Subianto tak ada lawan yang bisa sepadan dan bisa dipastikan bisa menang," imbuhnya.
Adi juga menilai, senioritas bukan menjadi alasan untuk menentukan capres.
"Saya kira senoritas itu tidak ada kaitannya dengan elektabilitas. Joko Widodo dengan Jusuf Kalla di 2014 jelas lebih senior JK, tapi menang. Pemilu 2019, Kiai Ma'ruf Amin jadi cawapresnya Jokowi, lebih senior, dan menang," tandasnya dikutip Kompas.com. (TribunWow.com/Via)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul 3 King Maker Jadi Penentu Duet Ganjar Pranowo-Prabowo, Pengamat: Kalau Direstui Bisa Maju 2024