Pasar Murah
Membludak Pembeli di Pasar Murah Kota Gorontalo
Membludak pembeli di pasar murah di Lapangan Karsa Utama, Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, Jumat (17/3/2023).
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/170323-pasar-murah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Membludak pembeli di pasar murah di Lapangan Karsa Utama, Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, Jumat (17/3/2023).
Suryati (42) mengatakan kepada TribunGorontalo.com bingung dengan alur mekanisme yang ada di pasar murah.
"Bagaimana alur pelayanan pembagian kupon itu? torang (kami) sudah datang membawa KTP seperti yang dipersyaratkan, tapi kenapa susah sekali untuk dapat kupon itu. KTP cuma diberikan begitu saja dan hanya disuruh menunggu untuk nama dipanggil. Tapi sampai sekarang nama kami tidak dipanggil," ujar warga Kecamatan Kota Utara itu.
Marten A Taha, selaku Wali Kota Gorontalo pun kewalahan.
"Memang kami menyediakan 1.500 hingga 2.000 paket tapi saya lihat ini membludak, makanya dilakukan seleksi, hanya masyarakat yang mempunyai KTP di Kota Gorontalo yang akan dilayani," ungkap Marten.
Politikus Partai Golkar pun menjelaskan tujuan dari diadakan pasar murah.
"Alhamdulillah, ini bisa kami laksanakan dalam rangka untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh harga kebutuhan pokok itu dengan harga yang terjangkau, bahkan 40 persen mereka yang bayar atau kita berikan subsidi sebesar 60 persen. Karena kita tahu bahwa kebutuhan bahan pokok ini sangat diperlukan sekali oleh masyarakat menghadapi bulan suci Ramadhan," jelas Marten.
Marten pun menjelaskan untuk masyarakat yang tidak mendapatkan kupon menunggu giliran berikut.
"Kupon itu disiapkan 1.500, yang sudah disebarkan kemarin sebanyak 500 kupon dengan artian bahwa 500 yang sudah memegang kupon tersebut yang segera dilayani," jelas Marten.
Kata Wali Kota, jadi mereka pulang yang lainnya bergantian buat antre lagi dan diberikan kupon, tapi kurang pengaturannya dari panitia sehingga bisa jadi kacau begini.
"Saya sudah bilang ke pak Sekretaris Daerah (Sekda), sama Ibu Kepala Dinas (kadis) ini di atur pelayanannya agar semua bisa dapat," ujar Marten.(prailla libriana)