Romy Malanua Luruskan Isu Pemukulan Pemain Persidago Terhadap Pelatih Persital Talumolo
Pelatih kepala Persidago Romy Malanua meluruskan isu pemukulan pemain Persidago terhadap pelatih Persital Talumolo.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Dinie S Awwali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/13323-Romy.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pelatih kepala Persidago Romy Malanua meluruskan isu pemukulan pemain Persidago terhadap pelatih Persital Talumolo.
Isu pemukulan ini muncul saat Persidago dan Persital Talumolo melakoni babak delapan besar Liga 3 Gorontalo di Stadion Pemuda Boalemo, Sabtu (11/3/2023).
Saat itu kedua tim memperlihatkan permainan yang pantas untuk ditonton oleh para pecinta sepak bola.
Namun disayangkan, laga bertajuk perang bintang itu berakhir dengan kericuhan.
Sebab kericuhan ini, muncul isu salah seorang pemain Persidago memukuli pelatih kepala Persital Talumolo Welly Podungge.
Atas isu tersebut Romy sebagai penanggung jawab atas pemainnya angkat bicara.
Romy mengatakan, isu tersebut tidaklah benar adanya. Sebab, setelah kericuhan terjadi kedua tim langsung bersalaman dan saling minta maaf.
"Setelah kericuhan, para manager tim sudah saling jabat tangan, malahan kita sudah ngobrol bareng," ungkap Romy kepada TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon, Senin (13/3/2023).
Romy juga mengatakan, bahwa kericuhan di Stadion Pemuda Boalemo itu telah selesai.
Kedua tim sudah saling memaafkan dan tidak ada dendam diantara pemain maupun manajer.
"Saya rasa ini sudah clear, dan tidak perlu lagi dibesarkan, kami dengan Persital Talumolo tak memiliki dendam atau apapun itu," imbuhnya.
Momen yang sama, Ketua Umum Persital Talumo Redha Mardjun membenarkan hal tersebut, bahwa tak ada pemukulan antara pemain dan pelatih saat kericuhan berlangsung di stadion.
"Kami di tim dan manajemen mengakui tidak pernah ada kejadian seperti itu," lanjut Redha melalui sambungan telepon.
Redha juga memastikan, Persital Talumolo dan Persidago saat ini dalam keadaan baik-baik saja.
Tak ada yang menaruh dendam antar sesama pemain maupun manajemen.