Tak Cari Untung, Warga Tenilo-Gorontalo Jualan BBM Ecer Hanya Demi Bantu Pengendara

Menurutnya, ia kerap menemukan para pengendara sepeda motor kehabisan BBM di Jalan Trans Sulawesi.

|
TribunGorontalo.com/FajriKidjab
Heni, warga Desa Tenilo, Kabupaten Gorontalo akui menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) ecera 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Heni, warga Desa Tenilo, Kabupaten Gorontalo akui menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran untuk membantu pengendara.

Menurutnya, ia kerap menemukan para pengendara sepeda motor kehabisan BBM di Jalan Trans Sulawesi.

Ia pun memutuskan menjual BBM jenis pertamax dan pertamax turbo.

"Kasihan, pertamina lumayan jauh," jelas Heni kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (11/3/2023).

Wanita paruh baya itu mengaku pertamax turbo tak begitu menguntungkan.

Baca juga: Harga BBM Gorontalo per 1 Maret 2023: Pertamax Naik, Dexlite Turun

"Itu satu bulan baru mo habis satu galon," ujarnya sembari menunjuk ke depot bensin.

"Kalau yang lain itu, satu minggu tiga kali (habis)," imbuhnya.

Heni membeli BBM tersebut di SPBU Bolihuangga dengan menyewa bentor sebesar Rp 15.000 sekali jalan.

Walaupun hasil penjualannya menipis, ia belum berpikir untuk berhenti menjual BBM non-subsidi.

Diketahui, pertamax turbo dijual Rp 14.000 per liter, dan Rp 30.000 per 1,5 liter.

Selain itu, pertamax dijual Rp 18.000 per liter, dan Rp 26.000 per 1,5 liter.

Kemudian BBM jenis pertalite dijual Rp 12.000 per liter, dan Rp 18.000 per 1,5 liter.

Heni menambahkan, adik kandungnya sempat menegur keputusannya menjual pertamax turbo.

"Biar saja, masih ada yang jaga batanya ati," ucapnya memelas.

Pantauan TribunGorontalo.com, jalan menuju Bandara Isimu itu memang ramai dilalui kendaraan.

Jarak antar pertamina pun puluhan kilometer. Sehingga kehadiran depot bensin milik warga cukup memenuhi kebutuhan para pengendara. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved