Zainudin Amali
Politisi Asal Gorontalo Zainudin Amali Resmi Mundur dari Menpora, Bersurat ke Kemensetneg
Niat Zainudin Amali sudah bulan, surat resmi mundur dari Menpora pun sudah ia kirim ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Kamis (9/3/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1032023_Menpora-Zainuddin-Amali.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Zainudin Amali menyatakan mundur secara resmi dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Niat Zainudin Amali sudah bulan, surat resmi mundur dari Menpora pun sudah ia kirim ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Kamis (9/3/2023).
Namun, Zainudin Amali rupanya belum bertemu Presiden Jokowi dan menyatakan mundur secara resmi dari Menpora.
Meski begitu, sebelumnya Zainudin sudah menyampaikan rencana untuk mundur secara informal. Jokowi pun sudah tahu.
Saat ditemui di Kantor Kemensetneg, Zainudin Amali berkata, “saya bertemu Pak Mensesneg menyampaikan surat pengunduran diri, itu berupa baru surat,".
Baca juga: Panen Raya Jagung Gorontalo Buat Exco Pertanian Malaysia Terkesima
Secara resmi untuk pamit dari kabinet, Zainudin Amali mengaku akan bertemu Jokowi pada Senin nanti.
Zainudin Amali merupakan Menpora asal Gorontalo. Ia menyatakan mundur setelah terpilih ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Setelah mundur dari Menpora, Zainudin akan bersama Erick Thohir Menteri BUMN, memimpin organisasi tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait sosok yang pantas menggantikannya di posisi Menpora, Zainudin Amali bungkam.
Bukan tak tahu, namun menurutnya, persoalan itu biar Presiden Jokowi saja yang menentukan. Sebab, sosok yang cocok di Kabinet adalah hak prerogatif Presiden.
Apalagi dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hertanto, Zainudin tak mengusulkan nama.
Baca juga: Ikut Jalan Sehat di Gorontalo Fun Walk with Telkomsel 2023, Ada Hadiah Senilai Rp 100-an Juta
Saat bertemu Airlangga beberapa hari lalu, Zainudin hanya bahas terkait hal-hal yang ia lakukan dan di Menpora.
Meski tak mengusulkan nama, namun menurut Zainudin, penggantinya mestinya sosok yang mampu mendorong Perpres 86/2021 dan aturan turunan UU Keolahragaan.
Mengutip laman Kemenpora, Zainudin Amali adalah pria kelahiran Gorontalo, 16 Maret 1962.
Ia memiliki gelar Profesor Doktor dna merupakan sarjana ekonomi dan lulusan magister kebijakan publik.
Gelar doktor ia peroleh di IPDN, sementara gelar profesor diberikan Unnes, Semarang.
Zainudin Amali wara-wiri sebagai anggota DPR sejak 2004.
Kariernya di Senayan ia mulai sebagai anggota Komisi VII, pernah menjabat Wakil Ketua Komisi VII hingga menjadi Ketua Fraksi Golkar DPR-MPR RI 2019-2024.
Belum rampung menuntaskan jabatannya tersbeut, Zainudin ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menpora pada 2019.
Nama: Prof. Dr. Zainudin Amali, S.E., M.Si..
Tempat/Tahun Lahir : Gorontalo, 16 Maret 1962
Pendidikan Formal:
- Akademi Perbankan dan Akuntansi, Jakarta, 1986
- Sarjana Ekonomi di STIE Swadaya, Jakarta, 1992
- Magister Kebijakan Publik di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta, 2016
- Doktor di Bidang Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jakarta, 2019
- Profesor Kehormatan Bdiang Ilmu Kebijakan Olahraga (Sport Policy} pada Fakultas Ilmu Keolahragaa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang 2022
Riwayat Jabatan:
- Anggota Komisi VII, Anggota Komisi IV dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR-RI Periode 2004-2009 dari Daerah Pemilihan Gorontalo
- Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Periode 2009-2014 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI (Kab. Kediri, Kab. Blitar, Kab. Tulungagung, Kota Kediri dan Kota Blitar)
- Anggota Komisi III, Anggota Komisi VIII. Anggota Komisi I, Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKASP) dan Ketua Komisi II DPR-RI Periode 2014-2019 dari -Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Kab. Bangkalan, Kab, Sampang, Kab. Pamengkasan dan Kab. Sumenep)
- Ketua Fraksi Partai Golkar MPR-RI Periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Kab. Bangkalan, Kab, Sampang, Kab. Pamengkasan dan Kab. Sumenep)
- Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Indonesia Maju, (2019-mundur Februari 2023)
DBON
Jokowi, dalam menunjuk Zainudin Amali sebagai Menpora berharap akan adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk pembinaan dan pengembangan bidang olahraga nasional.
Pada laman Kemenpora, Zainudin menyebut, Desain Besar tersebut berbicara dari sumber potensi talenta, yakni para siswa dari tingkat SMP, hingga pelatihan yang bertujuan untuk membentuk atlet-atlet nasional yang tangguh.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenpora berencana untuk membangun 10 sentra pemusatan latihan di sejumlah daerah.
"Sentra-sentra ini akan berisi anak-anak kita yang potensinya sudah terseleksi di usia SMP. Selanjutnya di usia SMA kita akan dorong ke Cibubur, tempat SKO (Sekolah Khusus Olahraga) kita sekarang," kata Zainudin.
"Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menjadikan Hambalang sebagai tempat untuk sentra atlet senior dan atlet-atlet kita yang sudah siap untuk bertanding," imbuhnya.
Menpora menegaskan, pembinaan tersebut merupakan sebuah rangkaian panjang yang menurut para pakar membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun atau kira-kira 10 ribu jam untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan.
Desain Besar ini juga menargetkan agar atlet-atlet Indonesia pada tahun 2032 mendatang mampu bersaing dengan atlet-atlet negara lain dalam penyelenggaraan olimpiade dan paralimpiade di tahun tersebut. Untuk diketahui, saat ini Indonesia tengah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2032 mendatang. Masyarakat Indonesia tentunya tidak hanya ingin terpilih menjadi tuan rumah, tapi juga mampu menunjukkan prestasi olahraga di ajang tersebut.
"Desain Besar ini akan kita dorong karena ini adalah perencanaan tentang prestasi olahraga nasional kita yang jangka panjang dan terdesain dengan bagus. Tidak ada prestasi yang kita dapatkan by accident, prestasi harus kita dapatkan dengan by design," ucapnya.
Pembinaan atlet dalam DBON nantinya bertujuan untuk memperbaiki prestasi olahraga Indonesia yang mulai terfokus pada ajang Olimpiade.
"Dalam desain besar olahraga nasional nanti tujuan prestasi kita sudah ke Olimpiade. Sedangkan SEA Games, Asian Games hanya jadi sasaran antara saja," kata Menpora Amali dalam bincang isu olahraga bersama Tribunnews, Jumat (13/8/2021).
Lebih lanjut, Menpora mengatakan DBON yang dibuat saat ini punya target jangka panjang.
Untuk itu di eranya menjabat sebagai Menpora, Amali menegaskan dirinya siap tak populer karena tak terfokus pada prestasi.
"Desain besar olahraga ini kita buat jangka panjang. Saat Indonesia 100 tahun merdeka pada 2045, kita targetkan prestasi olahraga kita di Olimpiade bisa melesat," kata Menpora.
"Tapi sekarang ini kita harus buat desain besar olahraga yang jadi pondasi untuk olahraga kita. Makanya saya tidak pernah berpikir untuk prestasi jangka pendek, saya siap tidak populer karena yang saya lakukan sekarang membuat pondasi olahraga kita untuk prestasi ke depannya," jelas Menpora.
Saat ini desain besar olahraga nasional tinggal menunggu payung hukum yakni Perpres.
Setelah Perpres keluar, DBON yang telah dirancang dengan melibatkan pihak-pihak berkompeten di dalamnya bakal mulai disosialisasikan. (*)