Zainudin Amali
Politisi Asal Gorontalo Zainudin Amali Resmi Mundur dari Menpora, Bersurat ke Kemensetneg
Niat Zainudin Amali sudah bulan, surat resmi mundur dari Menpora pun sudah ia kirim ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Kamis (9/3/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1032023_Menpora-Zainuddin-Amali.jpg)
- Anggota Komisi III, Anggota Komisi VIII. Anggota Komisi I, Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKASP) dan Ketua Komisi II DPR-RI Periode 2014-2019 dari -Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Kab. Bangkalan, Kab, Sampang, Kab. Pamengkasan dan Kab. Sumenep)
- Ketua Fraksi Partai Golkar MPR-RI Periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Kab. Bangkalan, Kab, Sampang, Kab. Pamengkasan dan Kab. Sumenep)
- Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Indonesia Maju, (2019-mundur Februari 2023)
DBON
Jokowi, dalam menunjuk Zainudin Amali sebagai Menpora berharap akan adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk pembinaan dan pengembangan bidang olahraga nasional.
Pada laman Kemenpora, Zainudin menyebut, Desain Besar tersebut berbicara dari sumber potensi talenta, yakni para siswa dari tingkat SMP, hingga pelatihan yang bertujuan untuk membentuk atlet-atlet nasional yang tangguh.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenpora berencana untuk membangun 10 sentra pemusatan latihan di sejumlah daerah.
"Sentra-sentra ini akan berisi anak-anak kita yang potensinya sudah terseleksi di usia SMP. Selanjutnya di usia SMA kita akan dorong ke Cibubur, tempat SKO (Sekolah Khusus Olahraga) kita sekarang," kata Zainudin.
"Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menjadikan Hambalang sebagai tempat untuk sentra atlet senior dan atlet-atlet kita yang sudah siap untuk bertanding," imbuhnya.
Menpora menegaskan, pembinaan tersebut merupakan sebuah rangkaian panjang yang menurut para pakar membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun atau kira-kira 10 ribu jam untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan.
Desain Besar ini juga menargetkan agar atlet-atlet Indonesia pada tahun 2032 mendatang mampu bersaing dengan atlet-atlet negara lain dalam penyelenggaraan olimpiade dan paralimpiade di tahun tersebut. Untuk diketahui, saat ini Indonesia tengah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2032 mendatang. Masyarakat Indonesia tentunya tidak hanya ingin terpilih menjadi tuan rumah, tapi juga mampu menunjukkan prestasi olahraga di ajang tersebut.
"Desain Besar ini akan kita dorong karena ini adalah perencanaan tentang prestasi olahraga nasional kita yang jangka panjang dan terdesain dengan bagus. Tidak ada prestasi yang kita dapatkan by accident, prestasi harus kita dapatkan dengan by design," ucapnya.
Pembinaan atlet dalam DBON nantinya bertujuan untuk memperbaiki prestasi olahraga Indonesia yang mulai terfokus pada ajang Olimpiade.
"Dalam desain besar olahraga nasional nanti tujuan prestasi kita sudah ke Olimpiade. Sedangkan SEA Games, Asian Games hanya jadi sasaran antara saja," kata Menpora Amali dalam bincang isu olahraga bersama Tribunnews, Jumat (13/8/2021).
Lebih lanjut, Menpora mengatakan DBON yang dibuat saat ini punya target jangka panjang.