Apa Itu Desain Besar Olahraga Nasional yang Dikerjakan Zainudin Amali Selama Jabat Menpora?
Karena itu, ketika Zainudin Amali mundur dari Menpora, muncul tanda pertanyaan terkait sosok yang akan meneruskan misi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1032023_Zainuddin-Amali_0003.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Putra asal Gorontalo, Zainudin Amali adalah Menpora andalan Presiden Jokowi di kabinetnya, terutama mendorong Perpres Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Karena itu, ketika Zainudin Amali mundur dari Menpora, muncul tanda pertanyaan terkait sosok yang akan meneruskan misi tersebut.
Sebab, sejak menunjuk Zainudin Amali sebagai Menpora, Jokowi memang sangat berharap agar politisi Golkar itu mampu membina dan mengembangkan bidang olahraga nasional.
Lalu apa itu Perpres Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)?
Perpres Nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional adalah dokumen rencana induk yang isinya arah kebijakan pembinaan keolahragaan nasional yang dilakukan secara efektif serta efisien.
DBON disebut bertujuan untuk meningkatkan budaya olahraga di masyarakat. Lalu untuk meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan produktivitas prestasi nasional.
Baca juga: Konser BORN PINK Jakarta 2023 Besok, BLANKPINK Bakal Bawakan Lagu-lagu ini
Paling penting, DBON diharapkan mampu memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga.
DBON berfungsi untuk memberikan pedoman bagi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah provinsi,Pemerintah Daerah kabupaten kota, Organisasi Olahraga, Induk Organisasi Cabang Olahraga, dunia usaha dan industri, akademisi, media, dan Masyarakat dalam penyelenggaraan Keolahragaan Nasional sehingga pembangunan olahraga Nasional dapat berjalan secara efektif, efisien, unggul,terukur, akuntabel, sistematis, dan berkelanjutan.
Perpres ini diteken Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly pada 9 September 2021.
Pada laman Kemenpora, Zainudin menyebut, Desain Besar tersebut berbicara dari sumber potensi talenta, yakni para siswa dari tingkat SMP, hingga pelatihan yang bertujuan untuk membentuk atlet-atlet nasional yang tangguh.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenpora berencana untuk membangun 10 sentra pemusatan latihan di sejumlah daerah.
Baca juga: Pemprov Kucurkan Bantuan Senilai Rp 1,7 Miliar untuk Petani Kabupaten Gorontalo
"Sentra-sentra ini akan berisi anak-anak kita yang potensinya sudah terseleksi di usia SMP. Selanjutnya di usia SMA kita akan dorong ke Cibubur, tempat SKO (Sekolah Khusus Olahraga) kita sekarang," kata Zainudin.
"Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menjadikan Hambalang sebagai tempat untuk sentra atlet senior dan atlet-atlet kita yang sudah siap untuk bertanding," imbuhnya.
Menpora menegaskan, pembinaan tersebut merupakan sebuah rangkaian panjang yang menurut para pakar membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun atau kira-kira 10 ribu jam untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan.
Desain Besar ini juga menargetkan agar atlet-atlet Indonesia pada tahun 2032 mendatang mampu bersaing dengan atlet-atlet negara lain dalam penyelenggaraan olimpiade dan paralimpiade di tahun tersebut.
Untuk diketahui, saat ini Indonesia tengah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2032 mendatang.
Masyarakat Indonesia tentunya tidak hanya ingin terpilih menjadi tuan rumah, tapi juga mampu menunjukkan prestasi olahraga di ajang tersebut.
"Desain Besar ini akan kita dorong karena ini adalah perencanaan tentang prestasi olahraga nasional kita yang jangka panjang dan terdesain dengan bagus. Tidak ada prestasi yang kita dapatkan by accident, prestasi harus kita dapatkan dengan by design," ucapnya.
Baca juga: Lagi, Mobil Terperosok ke Drainase Jalan eks Panjaitan Kota Gorontalo
Pembinaan atlet dalam DBON nantinya bertujuan untuk memperbaiki prestasi olahraga Indonesia yang mulai terfokus pada ajang Olimpiade.
"Dalam desain besar olahraga nasional nanti tujuan prestasi kita sudah ke Olimpiade. Sedangkan SEA Games, Asian Games hanya jadi sasaran antara saja," kata Menpora Amali dalam bincang isu olahraga bersama Tribunnews, Jumat (13/8/2021).
Lebih lanjut, Menpora mengatakan DBON yang dibuat saat ini punya target jangka panjang.
Untuk itu di eranya menjabat sebagai Menpora, Amali menegaskan dirinya siap tak populer karena tak terfokus pada prestasi.
"Desain besar olahraga ini kita buat jangka panjang. Saat Indonesia 100 tahun merdeka pada 2045, kita targetkan prestasi olahraga kita di Olimpiade bisa melesat," kata Menpora.
"Tapi sekarang ini kita harus buat desain besar olahraga yang jadi pondasi untuk olahraga kita. Makanya saya tidak pernah berpikir untuk prestasi jangka pendek, saya siap tidak populer karena yang saya lakukan sekarang membuat pondasi olahraga kita untuk prestasi ke depannya," jelas Menpora.
Saat ini desain besar olahraga nasional tinggal menunggu payung hukum yakni Perpres.
Setelah Perpres keluar, DBON yang telah dirancang dengan melibatkan pihak-pihak berkompeten di dalamnya bakal mulai disosialisasikan.
Mundur dari Menpora
Namun, Zainudin Amali kini resmi mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) per Kamis (9/3/2023).
Zainudin Amali mengantar langsung surat pengunduran dirinya dari jabatan Menpora ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
“Saya bertemu Pak Mensesneg menyampaikan surat pengunduran diri, itu berupa baru surat," kata Zainudin Amali saat ditemui di Kantor Kemensetneg.
Zainudin Amali merupakan Menpora asal Gorontalo. Ia menyatakan mundur setelah terpilih ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Setelah mundur dari Menpora, Zainudin akan bersama Erick Thohir Menteri BUMN, memimpin organisasi tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait sosok yang pantas menggantikannya di posisi Menpora, Zainudin Amali bungkam.
Bukan tak tahu, namun menurutnya, persoalan itu biar Presiden Jokowi saja yang menentukan. Sebab, sosok yang cocok di Kabinet adalah hak prerogatif Presiden.
Apalagi dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hertanto, Zainudin tak mengusulkan nama.
Saat bertemu Airlangga beberapa hari lalu, Zainudin hanya bahas terkait hal-hal yang ia lakukan dan di Menpora. (*)