Minggu, 15 Maret 2026

Lucky Hakim

Jabatan Wakil Kepala Daerah Dianggap Habiskan Anggaran, Lucky Hakim: Ditiadakan Saja

Ia bahkan mengaku telah mengutarakan inisiasinya itu ke para anggota dewan. Terang-terangan juga meminta agar para anggota dewan membawa permintaan

Tayang:
zoom-inlihat foto Jabatan Wakil Kepala Daerah Dianggap Habiskan Anggaran, Lucky Hakim: Ditiadakan Saja
TribunGorontalo.com
Lucky Hakim dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Kamis (24/2/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Lucky Hakim menganggap fungsi wakil kepala daerah baik wakil bupati maupun wakil wali kota, tidak terlalu dibutuhkan. 

Karena itu, Lucky Hakim mengusulkan agar jabatan wakil kepala daerah ini dihapus. Menurut dia, tugas untuk jabatan ini bisa dipegang sekretaris daerah. 

Karena itu, saat ini ia pun sedang melakukan sejumlah lobi-lobi politik untuk menghapus jabatan ini. 

Ia bahkan mengaku telah mengutarakan inisiasinya itu ke para anggota dewan. Terang-terangan juga meminta agar para anggota dewan membawa permintaan itu ke  Mahkamah Konstitusi.

"Saya bilang ke teman-teman di DPR. Pak, tolong dong kalau bisa wakil bupati dan wakil walikota ditiadakan saja, kita ubah saja gugat ke Mahkamah Konstitusi," kata Lucky dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Kamis (24/2/2023).

Menurut Lucky, fungsi wakil kepala daerah kurang strategis karena hanya bertanggung jawab kepada bupati atau walikota.

Apalagi, wakil hanya bisa bekerja apabila didelegasikan oleh kepala daerah.

"Gugatan ke MK ini supaya nggak ada yang namanya wakil-wakilan lagi, kalau nanti dikabulkan maka bisa menghemat banyak uang negara," tutur Lucky.

Apabila gugatannya ke MK tersebut tidak dikabulkan, Lucky justru berharap wakil kepala daerah ditambah menjadi 10 orang.

Tujuannya agar janji-janji selama kampanye bisa direalisasikan ke masyarakat desa.

"Tentu kalau saya katakanlah menjadi bupati dan hanya dikasih satu wakil pasti akan saya manfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat karena sudah digaji dan dapat banyak fasilitas tiga mobil, rumah dinas, jangan sampai tidur terus dibayar," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Lucky Hakim memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Indramayu

Niat Lucky Hakim mundur dari jabatan Wakil Bupati Indramayu sudah bulat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pun akan memproses hal tersebut kepada Kemendagri.

Sebagai perpisahan, Lucky Hakim berpesan kepada Bupati Indramayu, Nina Agustina, untuk bersama-sama mengingat kembali pada masa kampanye dahulu ketika bertemu dengan masyarakat.

"Ada ibu-ibu, bapak-bapak, mereka berkeringat dan mereka mendambakan suatu perubahan yang signifikan," ujar Lucky Hakim dalam wawancara melalui Zoom bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Kamis (23/2/2023) malam.

Lucky Hakim mengatakan, kenangan itu harus selalu diingat dalam kepala masing-masing sehingga bisa menjadi energi untuk bekerja lebih baik lagi.

Secara pribadi ia harus mundur karena tidak mempunya instrumen kerja seperti ajudan, asisten pribadi, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, dia juga selalu men-support semua kinerja Bupati Indramayu.

"Good luck, semoga bahagia, sejahtera Indramayu-nya dan semoga bertemu wakil yang bisa bekerja sama dengan baik," ujar dia.

Lucky Hakim juga berharap agar kelak penggantinya bisa bersanding dengan Bupati Indramayu untuk sama-sama membangun daerah.

"Mudah-mudahan nanti pengganti wakil bupati fotonya bisa bersanding, bisa duduk bersebelahan. Saya juga ikut senang karena mundurnya saya ini bisa bermanfaat untuk yang lain," ucap dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved