Kecelakaan Helikopter di Kerinci
Kapolda Jambi Belum Berhasil Dievakuasi dari Lokasi Jatuhnya Helikopter di Kerinci
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, tim evakuasi untuk Kapolda Jambi terkendala cuaca buruk di lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2022023_Dedi-Prasetyo_Kadiv-Humas-Polri_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Hingga malam ini, Senin (20/2/2023), Kapolda Jambi, Irjen Rusdi Hartono belum berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan helikopter di pegunungan Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, tim evakuasi untuk Kapolda Jambi terkendala cuaca buruk di lokasi.
Menurutnya, dengan cuaca saat ini di pegunungan Kerinci, mustahil evakuasi dilakukan. Baik menggunakan darat maupun udara.
Menggunakan darat kata Dedi, para tim SAR harus menempuh waktu sekitar 12 jam. Itu saja tanpa membawa logistik.
Jika membawa logistik, maka tentu akan lebih sulit dan lama. Apalagi jika harus membopong korban yang kesakitan ke wilayah desa terdekat.
Maka, satu-satunya yang paling mungkin dan cepat adalah menggunakan jalur udara.
Masalahnya, cuaca di lokasi saat ini sangat buruk. Jika dipaksakan, ditakutkan akan membahayakan tim evakuasi.
Sebab, posisi jatuhnya helikopter yang ditumpangi kapolda bersama 7 personel itu, di titik yang terjal.
Ini menyebabkan evakuasi hanya bisa dilakukan dengan sistem rappeling dari helikopter.
Namun itupun bukan tanpa halangan. Apalagi harus membawa Kapolda Jambi yang tengah luka berat.
Beruntung, sekitar pukul 13.00 Wib, tiga tim dari Polri berhasil rappeling di lokasi jatuhnya helikopter yang ditumpangi kapolda.
“Proses evakuasi tadi melalui repling sekitar pukul 13.30 WIB. Turun satu anggota Brimob dan 2 kedokteran kepolisian.” ungkap Dedi saat konferensi pers sore sekitar pukul 18.00 WIB.
Tim medis dari kepolisian ini akan bertugas memastikan Kapolda Jambi dan rombongan dalam kondisi sehat.
Mereka akan bertugas di lokasi hingga Kapolda Jambi berhasil dievakuasi dan sampai dengan selamat ke lokasi.
Menurutnya, BMKG setempat menoleransi evakuasi udara hanya pukul 20.00 WIB. Lebih dari itu, harus menunggu pagi. Artinya, para korban harus pasrah menginap semalam lagi di lokasi tersebut.
“Menjadi kendala utama evakuasi cuaca. Angin kabut dan petir,” tegas dia.
Saat ini yang kini bersama para korban ada 20 tim gabungan dari SAR, Polri, maupun TNI. 20-an personel ini menuju lokasi melalui jalur darat.
“Kita berdoa bersama, cuaca membaik. tim darat saya rasa bisa kembali tanpa melalui jalur udara.” kata Dedi.
DIketahui, helikopter yang ditumpangi Kapolda Jambi itu adalah milik Polri dengan jenis Bell 412 SP.
Heli mendarat darurat di Bukit Muara Emat, Kabupaten Kerinci, Sumatera, Minggu (19/2/2023).
Helikopter dengan nomor register P-3001 itu membawa rombongan Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono.
Beruntung, seluruh penumpang selamat, termasuk kapolda. Helikopter itu juga ditumpangi oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi, Dirpolairud Polda Jambi, Koorspri, dan ADC Kapolda Jambi.
Kapolda Jambi dan rombongan ke Kabupaten Kerinci dalam rangka kunjungan kerja ke Polres Kerinci untuk meresmikan gedung SPKT.
Rombongan berangkat dari Bandara Sultan Thaha, Jambi, sekitar pukul 09.00 WIB pada hari Minggu (19/2/2023). (*)