Minyak Goreng Merek Minyakita Dijual Rp 18 Ribu di Pasar Limboto, HET Pemerintah di Rp 14 Ribu
Seorang pedagang bernama Ato yang saban hari berjualan di Pasar Limboto mengaku, ia menjual minyak goreng merek Minyakita di atas harga HET,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1822023_minyak-goreng-minyakita_fajri-kidjab.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Harga minyak goreng merek Minyakita di Pasar Limboto, Kabupaten Gorontalo menembus Rp 18 ribu per liter.
Kendati, minyak goreng merek Minyakita disubsidi pemerintah dan ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di angka Rp 14 ribu per liter.
Seorang pedagang bernama Ato yang saban hari berjualan di Pasar Limboto mengaku, ia menjual minyak goreng merek Minyakita di atas harga HET, karena membelinya di atas harga HET pula.
Per 12 liter Minyakita yang ia beli, dibanderol oleh distributor dengan harga Rp 200 ribu. Artinya, per liter sekitar Rp 16,6 ribu.
"Kita ambe 200 ribu satu lusin (12 liter)," jelas pria paruh baya tersebut, pagi tadi, Sabtu (18/2/2023).
Sejauh ini kata dia, tak ada pembeli yang komplain. Namun sudah seminggu ini, dagangannya malah tak laku-laku.
Om Ato, begitulah ia dipanggil, mengaku pembeli malah melirik minyak curah nonmerek.
"Minyak ini baru masuk satu minggu lalu, tapi masih begini yang tersisa," ujarnya menunjuk botol Minyakita.
Tak hanya di lapak Ato, tempat lainnya pun menjual harga yang sama.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer meninjau distributor dan pasar tradisional.
Dari hasil kunjungan lapangan, di Pasar Sentral Kota Gorontalo dijual rata-rata Rp 15 ribu per liter.
Bahkan, satu minggu sebelum itu menyentuh angka Rp 17 ribu per liter.
Tingginya permintaan pasar disinyalir penyebab harga Minyakita ini belum stabil di pasar tradisional.
Hamka berharap pedagang tidak memainkan harga minyak goreng, apalagi sampai jauh di atas HET.
"Jangan terlalu tinggi, seribu atau 1.500 Masih bisa ditolerir," terang Hamka.