Jumat, 6 Maret 2026

TNI

Ini Tugas 485 Personel TNI Gorontalo yang Dikirim ke Republik Kongo

Para personel TNI Gorontalo ini nantinya akan dikirim ke Republik Kongo bergabung sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
zoom-inlihat foto Ini Tugas 485 Personel TNI Gorontalo yang Dikirim ke Republik Kongo
TribunGorontalo.com/AgungPAnto
485 Personel TNI 713 Gorontalo dilepas untuk bergabung Kontingen Garuda (KONGA). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Baru-baru ini, sebanyak 485 Personel TNI 713 Gorontalo dilepas untuk bergabung Kontingen Garuda (KONGA). 

Para personel TNI Gorontalo ini nantinya akan dikirim ke Republik Kongo bergabung sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB

Pelepasan 485 Personel TNI 713  Gorontalo dilakukan dengan upacara di halaman Batalyon 713 Satya Tama, Jalan Ahmad A Wahab, Desa Tinelo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Rabu (15/2/2023). 

“Masyarakat  Provinsi Gorontalo merasa bangga,” kata Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika saat melepas para prajurit ini. 

Lalu, apa tugasnya di Republik Kongo?

Menurut PBB, pasukan pemelihara perdamaian menolong negara-negara yang tercabik-cabik konflik. Tugas mereka menciptakan kondisi untuk perdamaian. 

Pasukan pemelihara perdamaian bertugas memantau dan mengawasi proses perdamaian di wilayah pasca-konflik.

Baca juga: Survei Kepercayaan terhadap Lembaga: TNI - Presiden Terpercaya, Parpol dan Polri Paling Rendah

Pasukan ini akan menolong para bekas tentara yang terlibat dalam memberlakukan perjanjian perdamaian yang mungkin telah mereka tandatangani. 

18/2/2023_KONGO_TNI GORONTALO_003
Para pasukan TNI 713 Gorontalo yang akan bergabung Kontingen Garuda (KONGA) ke Republik Kongo.

Para pasukan pemelihara perdamaian dapat mengambil berbagai peran, termasuk langkah-langkah.

Misalnya membangun rasa percaya diri para pasukan tentara, pengaturan pembagian kekuasaan, dukungan untuk proses pemilihan umum, memperkuat penegakan hukum, dan pembangunan sosial-ekonomi. 

Karena itu, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB sering disebut Topi Baja Biru.

Baca juga: Brigjen TNI Totok Sulistiyono Resmi Gantikan Amrin Ibrahim Sebagai Danrem 133 Nani Wartabone

Julukan itu sesuai dengan topi biru muda yang mereka kenakan, termasuk tentara, polisi sipil, dan para petugas sipil lainnya.

Piagam PBB memberikan kepada Dewan Keamanan PBB kekuasaan dan tanggung jawab untuk mengambil tindakan bersama untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional. 

Kebanyakan dari operasi-operasi ini dibentuk dan diimplementasikan oleh PBB sendiri dengan pasukan-pasukan yang melayani di bawah komando operasional PBB. 

Dalam hal ini, para anggota pasukan pemelihara perdamaian tetap menjadi anggota masing-masing angkatan bersenjata mereka, dan tidak membentuk suatu “Pasukan PBB” yang independen.

Sebab PBB tidak mempunyai pasukan seperti itu. Apabila keterlibatan langsung PBB dianggap tidak tepat atau tidak memungkinkan, Dewan akan memberikan otorisasi kepada organisasi-organisasi regional.

Misalnya North Atlantic Treaty Organisation (NATO) atau Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat.

18/2/2023_KONGO_TNI GORONTALO_004
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika saat melepas dengan bangga para personel TNI Gorontalo bergabung pasukan perdamaian PBB ke Republik Kongo.

Bisa juga koalisi dari negara-negara yang bersedia terlibat untuk melaksanakan tugas memelihara atau memberlakukan perdamaian.

Sebetulnya, PBB bukanlah satu-satunya organisasi yang telah memerintahkan misi pemeliharaan perdamaian.

Pasukan-pasukan pemeliharaan perdamaian non-PBB termasuk Misi NATO di Kosovo dan Pasukan dan Pengamat Multinasional di Jazirah Sinai.

Kontingen Garuda (KONGA)

Indonesia pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I.

Kontingen Garuda disingkat KONGA atau Pasukan Garuda adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. 

Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. 

Kontingen Garuda dibentuk dari proses seleksi prajurit-prajurit dari berbagai kesatuan di TNI.

Kontingen Garuda I dikirim pada 8 Januari 1957 ke Mesir. 

Kontingen Garuda Indonesia I terdiri dari gabungan personel dari Resimen Infanteri-15 Tentara Territorium (TT) IV/Diponegoro, serta 1 kompi dari Resimen Infanteri-18 TT V/Brawijaya di Malang. 

Kontingen ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Infanteri Hartoyo yang kemudian digantikan oleh Letnan Kolonel Infanteri Suadi Suromihardjo, sedangkan wakilnya Mayor Infanteri Soediono Suryantoro. 

Kontingen Indonesia berangkat tanggal 8 Januari 1957 dengan pesawat C-124 Globemaster dari Angkatan Udara Amerika Serikat menuju Beirut, ibu kota Libanon. 

Dari Beirut pasukan dibagi dua, sebagian menuju ke Abu Suweir dan sebagian ke Al Sandhira. 

Selanjutnya pasukan di El Sandhira dipindahkan ke Gaza, daerah perbatasan Mesir dan Israel, sedangkan kelompok Komando berada di Rafah. 

Kontingen ini mengakhiri masa tugasnya pada tanggal 29 September 1957. Kontingen Garuda I berkekuatan 559 pasukan.

Tahun 2023 ini yang akan dikirim adalah KONGA XXXIX. Disebut Kontingen Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-E/Monusco Kongo 2023.

Danrem 133/NW Brigjen TNI Totok Sulistyono.
Danrem 133/NW Brigjen TNI Totok Sulistyono. (TribunGorontalo.com/AgungPAnto)

Kata Danrem 133/NW Brigjen TNI Totok Sulistyono, para personil nanti yang akan dilatih di satu tempat sebelum diberangkatkan ke daerah konflik dalam misi perdamain PBB.

“Ini adalah gabungan sehingga mereka dari satuan masing masing berkumpul di PMPP melaksanakan latihan PDT di sana selama kurang lebih sebulan setelah itu berangkat ke Kongo,” jelas dia. 

PMPP sendiri merupakan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia.

Ini merupakan satuan yang berada di bawah kendali Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.

Diperuntukan calon Pasukan Perdamaian Indonesia, alias Kontingen Garuda yang akan bertugas ke luar negeri. 

Tidak hanya membawa misi perdamaian dunia, para personil pun dituntut untuk mengenalkan budaya Gorontalo di kanca Internasional.

“Selain mengemban misi perdamaian di sana , mereka tentunya pas ada pertukaran budaya mereka akan menampilkan budaya Gorontalo,” tutup Danrem 133 NW.

Sejumlah 485 personil 713 /ST nantinya akan ikut bergabung dengan Brigif 22 Otamanasa, Batalyon 715 Gorontalo Utara, Korem 133 /NW dan beberapa unsur TNI lainya dengan total  850 Personil.

Lalu menurut Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika, bisa dikirim dan mengemban misi perdamaian tidaklah mudah. 

Tentu hal itu adalah kepercayaan yang besar dari TNI untuk prajurit di Gorontalo. 

Ia pun berharap, personel bertugas dengan baik, serta mengaplikasi apa yang telah diperoleh selama pratugas.

“Pesan dari saya, laksanakan tugas ini dengan sebaik baiknya, jaga nama baik keluarga, nama baik kesatuan, nama baik Negara Indonesia di tempat tugas nanti,” pintanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved