Kamis, 5 Maret 2026

Pelaku Bunuh Mahasiswa Pakai Kloset WC Ternyata Anak Polisi, Keluarga Korban Nilai Ada yang Janggal

Media sosial tengah heboh membahas soal pembunuhan mahasiswa sekaligus selebgram asal Pandeglang, Banten bernama Elisa Siti Mulyani (ES).

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Pelaku Bunuh Mahasiswa Pakai Kloset WC Ternyata Anak Polisi, Keluarga Korban Nilai Ada yang Janggal
Engkos Kosasih/TribunBanten.com
Riko Arizka dan Elisa Siti Mulyani. Media sosial digegerkan dengan video pembunuhan seorang mahasiswi berinisial ES (22) oleh mantan pacarnya, Riko Arizka alias RA (21), ini faktanya. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Media sosial tengah heboh membahas soal pembunuhan mahasiswa sekaligus selebgram asal Pandeglang, Banten bernama Elisa Siti Mulyani (ES), Rabu (8/2/2023).

Kabar tersebut viral, dimana pelaku diketahui sebagai mantan kekasih korban yang berinisial RA.

Belakangan, dari penuturan keluarga korban, diketahui bahwa RA adalah anak dari petugas polisi di Polsek Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten.

 

 

Baca juga: Viral Mahasiswa Dibunuh Pakai Kloset WC, Simak Faktanya dari Kronologi hingga Tampang Pelaku

Karenanya, keluarga ES pun berharap agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut secara objektif.

"Kita harapkan polisi objektif yah, meskipun kita tahu, kita dengar pelaku ini anak polisi aktif di Banjarsari (Lebak)," kata ayah korban, Tubagus Hadi Mulyana, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (11/2/2023).

"Kami percayakan kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini. Apakah ini direncanakan, mereka yang lebih tahu itu," lanjutnya.

 

Penampakan RA (21), pelaku pembunuhan mahasiswa berinisial ES (22) di Stadion Badak, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. RA yang telah resmi menjadi tersangka kini mendekam di Mapolda Banten.
Penampakan RA (21), pelaku pembunuhan mahasiswa berinisial ES (22) di Stadion Badak, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. RA yang telah resmi menjadi tersangka kini mendekam di Mapolda Banten. (TribunBanten/Engkos Kosasih)

 

Di sisi lain, juru bicara keluarga korban, Razid Chaniago membeberkan adanya kejanggalan dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Shinto Silitonga mengatakan bahwa pelaku dan korban tak sengaja berpapasan.

Pembunuhan kemudian terjadi setelah RA dan ES terlibat percekcokan yang memicu amarah pelaku.

Namun, Razid menilai bahwa pembunuhan terhadap ES sudah direncanakan sebelumnya oleh RA.

Pasalnya, pada pagi hari sebelum pembunuhan, RA sempat mendatangi ayah korban untuk meminta bantuan agar difasilitasi bertemu dengan ES.

RA terang-terangan menyatakan ingin kembali menyambung asmara dengan ES yang sudah dijalani selama 5 tahun.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved