Jumat, 17 April 2026

Ekonomi

Setelah Beras, Rokok Jadi Penyumbang Kemiskinan di Gorontalo

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo, posisi rokok dalam garis kemiskinan perkotaan dan pedesaan masing-masing di urutan 3 dan 2. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Setelah Beras, Rokok Jadi Penyumbang Kemiskinan di Gorontalo
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Ilustrasi penduduk miskin di Gorontalo. Doc warga terdampak luapan air Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Rokok masuk lima besar penyumbang kemiskinan di Gorontalo.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo, posisi rokok dalam garis kemiskinan perkotaan dan pedesaan masing-masing di urutan 3 dan 2. 

Menurut Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif pada Konferensi Pers siang kemarin, Rabu (1/2/2023), selama Maret 2022 - September 2022, garis kemiskinan Gorontalo naik sebesar 5,60 persen atau dari Rp 411.906 per kapita per bulan menjadi Rp 434.961 per kapita per bulan. 

Secara rinci, komoditi makanan yang paling memberi andil terhadap garis kemiskinan per September 2022, baik di perkotaan dan perdesaan adalah beras. 

Bagi warga perkotaan, beras menyumbang 25,67 persen untuk kemiskinan. Sementara untuk warga perdesaan jauh lebih tinggi di angka 27,55 persen. 

Baca juga: BPS Gorontalo Siapkan 2.110 Petugas Regsosek

Lalu komoditas kedua untuk perkotaan ada ikan tongkol, tuna, dan cakalang jadi penyumbang kedua. 

Sedangkan perdesaan penyumbang kedua kemiskinan adalah rokok di angka 11,28 persen. 

Persentase rokok ini jauh lebih besar dari ikan di perkotaan yang hanya ada di angka 7,91 persen. 

Kata Mukhamad Mukhanif, rokok masuk dalam Garis Kemiskinan Makanan (GKM) padahal tidak mengandung kalori, karena sesuai survey, rata-rata orang miskin di Gorontalo menghabiskan pendapatan untuk rokok.

Karena itu, dalam kebutuhan per kapita per orang, rokok dimasukan sebagai salah satu pengeluaran penyebab kemiskinan.

Baca juga: Kepala BPS Gorontalo Salut Tribun Gorontalo: Media Paling Aktif

Selanjutnya komoditas penyumbang kemiskinan di perkotaan tercatat ada cabe rawit, kue basah, bawang merah, telur ayam, gula pasir, serta mie instan dan tomat. Komoditi yang sama juga berlaku di perdesaan. 

Menurut Mukhamad Khanif, peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. 

Per September 2022, komoditi makanan menyumbang 76,74 persen garis kemiskinan di Gorontalo. 

Sementara komoditi bukan makanan hanya menyumbang 23,26 persen.

Baca juga: BPS Merilis Inflasi Indonesia Oktober 2022 Sebesar 5,71 Persen

Secara jauh, persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada September 2022 sebesar 15,51 persen, naik 0,09 persen poin terhadap Maret 2022 dan naik 0,10 persen poin terhadap September 2021. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved