Jumat, 13 Maret 2026

Ditanya soal Kabar Reshuffle Hari Ini, Jokowi Malah Tertawa, Akui Sisi Politik Juga Dipertimbangkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru tertawa saat ditanya mengenai isu reshuffle yang kabarnya akan diumumkan hari ini, Rabu (1/2/2023).

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Ditanya soal Kabar Reshuffle Hari Ini, Jokowi Malah Tertawa, Akui Sisi Politik Juga Dipertimbangkan
Kolase TribunGorontalo.com
Presiden Jokowi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru tertawa saat ditanya mengenai isu reshuffle yang kabarnya akan diumumkan hari ini, Rabu (1/2/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru tertawa saat ditanya mengenai isu reshuffle yang kabarnya akan diumumkan hari ini, Rabu (1/2/2023).

Dilansir TribunWow.com, Jokowi mengungkapkan ada sejumlah pertimbangan yang diambil dalam menentukan reshuffle, antara lain terkait performa dan urusan politik.

Namun Jokowi enggan memberikan konfirmasi mengenai kebenaran isu reshuffle tersebut dan meminta menanti kabar lebih lanjut.

 

 

Sebagai mana diketahui, Jokowi santer dikabarkan akan kembali melakukan reshuffle terhadap menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Dua menteri yang diduga masuk radar adalah Partai NasDem, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

Ditemui usai menghadiri acara HUT ke-8 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta Theater, Selasa (31/1/2023), Jokowi hanya memberikan keterangan singkat.

Ia pun terkekeh saat disinggung isu mengenai reshuffle menteri yang kabarnya hanya dilakukan pada Rabu Pahing atau Rabu Pon.

"Ya ditunggu saja besok. Rabu Pon besok, Kamisnya Kamis Wage, lusa," canda Jokowi dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (1/2/2023).

 

Dari kiri ke kanan: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johhny G Plate.
Dari kiri ke kanan: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johhny G Plate. (Kolase YouTube Kompastv, Rahmat/Humas Setkab RI, dan KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)

 

Jokowi lantas mengemukakan kriteria yang diambil ketika melakukan perombakan kabinet.

Bagi Jokowi, pertimbangan mengenai performa menteri menjadi hal utama untuk dievaluasi.

Sementara, sisi politik juga ikut menjadi bahan evaluasi meski bukan faktor utama.

"Yang utama memang performa, kinerja. Bahwa ada sisi politiknya, pasti juga ada. Tapi itu bukan yang utama," terang Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi menuturkan bahwa evaluasi terhadap para juga menteri merupakan hal biasa dalam pemerintahan.

"Ya kalau secara khusus pasti ada yang performanya, kinerjanya perlu dievaluasi. Biasa kok, ada koreksi dari setiap perjalanan kan biasa," ujar Jokowi dikutip Kompas.com.

Ia pun mengakui bahwa secara umum, kinerja Kabinet Indonesia Maju saat ini baik-baik saja.

Lebih lanjut, Jokowi membeberkan bahwa ia memiliki agenda untuk berkunjung ke Bali pada hari ini.

"Oh ya besok, besok sore saya ke Bali. Pagi siang masih di Jakarta dan besok itu Rabu Pon. Kamisnya Kamis Wage kalau enggak salah," kelakar Jokowi.

"Ya ada agenda besok. Pagi, siang. Ya ditunggu saja besok. ditunggu saja besok."

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

 

Pengamat: Semoga Jokowi Tidak Ceroboh

Tiga menteri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) disebut menjadi kandidat terkuat menteri yang akan didepak oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jika reshuffle kabinet benar-benar terjadi.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, menanggapi wacana reshuffle ini, Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga meyakini reshuffle ini jika benar terjadi maka hanya ingin mengusir Partai NasDem dari pemerintahan.

Jamiluddin tidak melihat adanya kisruh politik dan penurunan kinerja kabinet.

"Jadi, tidak ada dasar yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan reshuffle kabinet. Karena itu, bila ada reshuflle bisa jadi bertujuan untuk mendepak menteri dari Nasdem," ujar Jamiluddin, Senin (26/12/2022).

"Semoga Jokowi tidak ceroboh dan mengedepankan politik pragmatis. Hal itu akan menjauhkan Jokowi dari sosok negarawan," tandasnya.

PDIP sendiri telah terang-terangan menilai ada dua menteri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang pantas untuk dievaluasi kinerjanya.

Isu reshuffle kabinet ini kemudian dikaitkan oleh publik dengan langkah Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024 mereka.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno meyakini Anies Baswedan memiliki pengaruh besar terhadap isu reshuffle yang kemungkinan akan dilakukan oleh Jokowi.

 

Foto Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Foto Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (YouTube Kompastv)

 

"Kalau kita membaca konteks ini, memang rasa-rasanya isu reshuffle ini kan berhembus mengarah pada apa yang dilakukan oleh NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan," kata Adi dalam tayangan Program 'Kompas Petang' Kompas TV, Sabtu (24/12/2022).

Adi lalu menyoroti pernyataan elite PDIP yang ikut berkomentar soal isu reshuffle.

Adi pertama mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan 'biru lepas dari koalisi'.

Selanjutnya Adi juga mengungkit pernyataan Ketua Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Perjuangan Djarot Saiful Hidayat.

Djarot menyebut ada dua menteri Jokowi yang kinerjanya peru dievaluasi.

Pertama adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kedua adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Kedua menteri yang disebut Djarot berstatus sebagai kader NasDem.

"Saya yang agak prihatin ketika kita sudah di masa lalu gembar gembor kita swasembada beras, tapi ternyata kita impor beras, ketika harganya naik," ujar Djarot kepada awak media ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (23/12/2022).

"Mentan dievaluasi, Menteri kehutanan terus dievaluasi, semua menteri juga dievaluasi, supaya apa, supaya ada satu darah baru yang segar, mendukung penuh kebijakan pak Jokowi, untuk menuntaskan janji kampanye sebelumnya," katanya.(TribunWow.com/Via/Anung)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Terkekeh Ditanya Isu Reshuffle Hari Ini, Jokowi Akui Pertimbangkan Sisi Politik: Pasti Ada

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved