PKB
Tiga Menteri Kader PKB Aman dari Reshuffle? Cak Imin: Saya Belum Dengar
Agus Suparmanto, Ida Fauziyah dan Abdul Halim Iskandar, ketiganya kader Partai Kebangkitan Bangsa aman dari reshuffle kabinet?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/300123-Cak-Imin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Agus Suparmanto, Ida Fauziyah dan Abdul Halim Iskandar, ketiganya kader Partai Kebangkitan Bangsa aman dari reshuffle kabinet?
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengaku belum mendengar kabar akan ada perombakan kabinet dalam waktu dekat.
Cak Imin mengaku belum diajak bicara oleh Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, dia menyerahkan keputusan soal perombakan kabinet kepada presiden.
"Saya belum mendengar sama sekali soal reshuffle, belum diajak bicara, dan prinsipnya sama, reshuffle itu kewenangan presiden dan kita mendukung apapun keputusan presiden," kata Cak Imin saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/1/2023).
Cak Imin pun menyatakan bahwa ia tidak akan menyetorkan nama-nama kader PKB untuk diajukan sebagai menteri, meski menurutnya banyak kader PKB yang layak jadi menteri.
"PKB enggak perlu mengusulkan siapa pun untuk di-reshuffle atau tidak, karena presiden datanya lebih tahu daripada kita," ujar dia.
Wakil Ketua DPR itu pun enggan berkomentar soal kemungkinan dicopotnya kader partai politik tertentu dalam reshuffle yang akan datang.
Ia berpandangan, perombakan kabinet semestinya bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah.
"Reshuffle hendaknya tidak sekadar politis, tapi meningkatkan kinerja pemerintah," kata Cak Imin.
Tiga menteri kader PKB:
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid berpendapat bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya segera mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle bila benar-benar ingin melakukannya.
Menurut Jazilul, isu reshuffle kabinet sudah berlarut-larut jadi perbincangan publik dan menjadi beban bagi menteri-menteri yang digosipkan bakal diganti dari kabinet.
"Ini menurut saya sudah berapa bulan diperbincangkan, saya kasihan saja sama menteri-menterinya karena kan jadi enggak fokus. Kalau memang harus rehuffle, ya reshuffle, supaya tidak menjadi beban untuk para menteri ya," kata Jazilul saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/1/2023).
Jazilul sendiri merasa optimistis tiga kader PKB yang duduk di kabinet tidak akan dicopot dalam reshuffle kali ini.
Sebab, menurutnya, kinerja mereka masih baik dan PKB solid terus mendukung kebijakan pemerintah. "Enggak ada alasan untuk reshuffle, kinerjanya masih cukup bagus.
PKB juga masih sangat solid bersama pemerintah, tapi sekali lagi ini prerogatif presiden," ujar Jazilul.
Wakil ketua MPR itu lantas memprediksi reshuffle tidak akan dilakukan pada Rabu (1/2/2023) pekan ini, meski hari itu bertepatan dengan Rabu Pon dalam penanggalan Jawa.
"Kalau menurut saya belum, belum Rabu Pon tanggal 1 ini karena cuacanya masih buruk," kata Jazilul.
Seperti diketahui, isu reshuffle sudah berkembang sejak akhir Desember 2022. Tetapi, tak kunjung terwujud hingga akhir Januari 2023.
Jokowi sebelumnya meminta agar semua pihak menunggu saja perihal kemungkinan reshuffle atau perombakan kabinet yang mungkin terjadi pada 1 Februari 2023.
Adapun 1 Februari 2023 merupakan hari Rabu Pon, hari yang biasa dilakukan Jokowi melakukan reshuffle.
Awalnya, saat ditanya awak media, Jokowi merasa heran jika pada 1 Februari nanti merupakan Rabu Pon. "Hmm? Masa?" tanya Jokowi saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (29/1/2023).
Jokowi lagi-lagi mengulang keheranannya perihal Rabu Pon yang akan jatuh pada 1 Februari.
Lalu, Jokowi terkekeh. Ia meminta agar publik menunggu saja apa yang akan terjadi pada 1 Februari 2023.
"Rabu Pon? Bener? Ya nanti tunggu saja," kata Jokowi. Jokowi sebenarnya telah melempar sejumlah sinyal reshuffle dalam beberapa kesempatan terakhir. Namun, mantan Wali Kota Solo ini selalu meminta agar masyarakat untuk menunggu keputusan tersebut.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Isu "Reshuffle" Berlarut-larut, Waketum PKB: Kasihan Menterinya"