Pemkab Bone Bolango

Dua Pesan Bupati Hamim Pou untuk PPS Bone Bolango-Gorontalo

Kepada 449 PPS yang baru dilantik kemarin, Selasa (24/1/2023) di Citimall Hotel Gorontalo itu, Hamim meminta dua hal. 

Penulis: Fajri A. Kidjab | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Bupati dua periode, Bone Bolango, Hamim Pou. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou menitip pesan untuk para Panitia Pemungutan Suara (PPS) Bone Bolango. 

Kepada 449 PPS yang baru dilantik kemarin, Selasa (24/1/2023) di Citimall Hotel Gorontalo itu, Hamim meminta dua hal. 

“Jangan memihak dan jangan partisan,” ungkap Hamim Pou saat hadir pada pelantikan itu. 

Menurut Hamim, PPS adalah ujung tombak penyelenggaraan Pemilu 2024. Ia meminta ratusan anggota PPS bekerja maksimal.

Keberhasilan pemilu ada di tangan PPS. Karena itu, penting untuk mengingatkan untuk bekerja maksimal menyambut pemilu. 

"Ini dicamkan sebaik-baiknya. Anda adalah ujung tombak, garda terdepan untuk menjaga kualitas demokrasi," ucap Hamim.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone Bolango, Adnan A Berahim, bahwa pelantikan bukanlah akhir.

Kata dia, pelantikan adalah awal dari PPS bekerja. Ada tanggung jawab besar yang akan dipikul. 

"Jadi pelantikan ini bukan sekadar euforia karena sudah lulus seleksi dan dilantik, tetapi di situ ada tanggung jawab besar," pesan Adnan. 

Setidaknya ada dua wewenang yang hanya dimiliki PPS. Pertama, membentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Ketika anda salah memilih KPPS, maka kesalahan itu akan kita tanggung bersama," tegas Adnan kepada ratusan PPS.

Lalu wewenang PPS selanjutnya adalah mengangkat Pantarlih atau petugas pemungutan data pemilih.

Petugas ini menginput data pemilih secara akurat, valid, mutakhir dan aktual.

Tujuannya untuk menyaring warga yang berhak menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Ingat, satu orang saja kita hilangkan hak pilihnya, maka pidana adalah sanksinya," tutur Adnan.

Ketua KPU Bone Bolango ini pun mengingatkan PPS agar selektif dalam memilih Pantarlih, sebab perannya begitu krusial.

Ia juga mengingatkan soal jam kerja PPS yang tidak mengenal libur. "Tidak ada hari minggu, tanggal merah di kalender penyelenggara pemilu. Semua tanggal hitam," celetuk Adnan. Advertorial (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved