Nelayan Kadoda-Sulteng Sumringah Bisa Tangkap 185 Kg Gurita per Hari
Panen gurita di wilayah perairan mereka kini berlimpah. Dalam sehari saja bisa menangkap 185,5 kilogram (kg) gurita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2212023_nelayan-gurita_desa-kadoda.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Perasaan senang terpancar dari wajah nelayan Desa Kadoda, Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah.
Panen gurita di wilayah perairan mereka kini berlimpah. Dalam sehari saja bisa menangkap 185,5 kilogram (kg) gurita.
Kendati, saat proses penangkapan, cuaca sekitar desa sedang buruk. Melimpahnya tangkapan gurita ini disebabkan oleh penutupan lokasi tangkap gurita selama tiga bulan.
Penutupan dimulai sejak 17 Oktober 2022 di lokasi tangkap bernama Reef Dambulalo dengan luas 8 hektar, dan Reef Perairan Kadoda seluas 41 hektar.
Kini per Januari 2023, lokasi tangkap itu resmi dibuka. Nelayan bebas melakukan aktivitas penangkapan gurita.
Ramsi Akarim, seorang nelayan Kadodda menuturkan, sejak pembukaan lokasi tangkap, setiap nelayan mampu menangkap 6-11 ekor gurita.
Semua hasil tangkapan berukuran besar atau size A dan B. Itu berarti rata-rata tangkapan berkisar 1 Kg sampai 2 Kg lebih.
Tangkapan itu tidak seperti sebelum dilakukan metode buka tutup.
“Saya merasa senang dan bersemangat pergi menangkap gurita. Ya, biarpun gurita sekarang ini harganya cukup rendah,” kata Ramsi yang juga merupakan anggota Kelompok Nelayan Konservasi Kogito.
Arif, nelayan lainnya juga mengungkapkan rasa syukurnya ketika pembukaan lokasi tangkap.
Menurutnya metode penutupan sementra itu membuatnya mendapat hasil yang memuaskan.
Demikian juga dengan jumlah dan bobot hasil tangkapannya.
“Selama tiga bulan ditutup membuktikan hasil yang memuaskan buat saya,” kata Arif.
Ada hal unik yang dialami Arif saat pembukaan. Sewaktu menangkap gurita, tiga ekor gurita besar yang tiba-tiba mengejar alat tangkapnya.
Pengalaman itu pertama kali ia alami dan membuatnya sangat senang dan takjub.
“Saya kaget ada yang seperti itu. Saya berpikir padahal lokasi yang ditutup tidak luas, terus bagaimana kalau lokasinya penutupan itu luas?” ungkap Arif membayangkan jika lokasinya penutupan diperluas.
Ketua Kelompok Nelayan Kogito, Sardin Matorang mengatakan, kegiatan yang telah diinisiasi oleh JAPESDA dengan metode buka tutup itu telah memberikan kesadaran kepada nelayan.
Tentu harapannya nelayan di Desa Kadoda mampu mengelola perikanan yang baik.
Paling penting nelayan dapat meningkatkan ekonominya secara mandiri dengan cara mengadopsi kegiatan yang sudah dilakukan seperti ini.
“Japesda hanya menjadi sebagai stimulan agar kita semua bisa sadar dan bergerak mengelola semua sumber daya yang ada di desa ini,” kata Sarding pada seremoni kegiatan pembukaan penutupan sementra di Pulau Papan, Desa Kadoda, Rabu, 18 Januari 2023.
Sardin juga berharap bahwa hal baik yang dilakukan kelompoknya dapat diintervensi oleh Pemerintah Desa.
Harapannya kegiatan penutupan sementara lokasi tangkap gurita dapat dilakukan terus menerus oleh nelayan.
Tentu keinginan penutupan lokasi tersebut atas keinginan seluruh anggota kelompoknya.
“Kami berharap pemerintah desa dan kelompok nelayan konservasi Kogito ini bisa bekerjasama dengan desa. Itu yang kami minta dari desa,” harap Sarding matorang.
Ungkapan serupa juga dikatakan Titania Aminullah, pendamping JAPESDA di Desa Kadoda.
Ia mengatakan kegiatan yang baik ini perlu didorong menjadi program yang dijalankan oleh pemerintah desa, tentunya bersama Kelompok Kogito.
“Kami juga mengharapkan hal yang sama bahwa kegiatan pengelolaan perikanan yang sudah terbukti ini perlu didorong menjadi milik desa,” kata Tania, sapaan akrabnya.
Tania menekankan bahwa Desa Kadoda akan segera memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan perikanan skala kecil berkelanjutan.
Hadirnya Perdes ini maka kegiatan penutupan yang dijalankan kelompok telah memiliki dasar hukumnya di level desa, dan harapannya bisa berjalan maksimal.
Merespon keinginan nelayan untuk melanjutkan kegiatan penutupan sementara, Kepala Desa Kadoda, Derwan Karaba menjanjikan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan Kelompok Nelayan Kogito.
“Pemerintah Desa pasti akan mendukung kegiatan pengelolaan perikanan dengan model buka tutup ini karena telah memberikan bukti dan hasil yang bagus,” kata Derwan.
Ia menambahkan setelah penutupan terdapat perubahan dari segi tangkapan.
Terutama di lokasi reef perairan Kadoda menyumbang jumlah tangkapan nelayan. Menurutnya itu terjadi karena perbedaan luas wilayah penutupan dengan reff Dambulalo yang hanya 8 hektar.
“Saya sebagai pemerintah desa sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan atau program yang dijalankan oleh Japesda di desa kami,” tutup Derwan. (*)