Jumat, 13 Maret 2026

Joni Aswira Terpilih Ketua Organisasi Jurnalis Lingkungan Indonesia SIEJ

Joni terpilih dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang  digelar melalui mekanisme dalam jaringan (daring) atau zoom, dan luar jaringan (luring) di Wi

Tayang:
zoom-inlihat foto Joni Aswira Terpilih Ketua Organisasi Jurnalis Lingkungan Indonesia SIEJ
ist
KETUA SIEJ terpilih Joni Aswira Putra (CNN) dan sekretaris Fira Abdurrahman (Independen). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pucuk pimpinan The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) berganti. Ketua organisasi jurnalis lingkungan itu kini dipimpin  Joni Aswira Putra (CNN) dan sekretaris Fira Abdurrahman (Independen). 

Keduanya terpilih dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang  digelar melalui mekanisme dalam jaringan (daring) atau zoom, dan luar jaringan (luring) di Wisma Hijau Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/1/23) malam.

Joni dan Fira terpilih secara aklamasi setelah sebelumnya diusulkan sebagai pasangan calon oleh hampir seluruh Simpul Daerah SIEJ.

Pelaksanaan RUA 2023 diawali dengan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH+) yang mengusung tema Darurat Krisis Iklim: Perkuat Jurnalisme di Tengah Krisis, serta ditutup dengan Temu Ramah Tamah dengan para pemangku kebijakan pada 22 Januari 2023.

Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Joni menyampaikan pandangan tentang arah SIEJ ke depannya.

Baca juga: Indonesia Masuk Musim Kemarau di 2023, BNPB Siapkan Strategi Mitigasi Kebakaran Hutan

"Kita akhirnya dapat melaksanakan RUA dengan lancar setelah dua hari sebelumnya sukses melaksanakan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup atau KNJLH. Ini adalah momentum untuk merefleksikan kembali peran-peran strategis dalam agenda lingkungan hidup," terang Joni.

Lebih lanjut Joni menyatakan komitmennya untuk membawa SIEJ menjadi organisasi yang lebih baik.

"Kami akan melakukan penguatan organisasi yang akuntabel, transparan, dan berdasarkan musyawarah mufakat yang dirajut dalam suasana kebersamaan. SIEJ akan bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, kekinian. Ia harus mendapat kepercayaan anggota, masyarakat, serta para pemangku kepentingan," jelas Joni.

Melihat kondisi permasalahan lingkungan saat ini, Joni menegaskan berbagai masalah kian serius. 

Perubahan iklim, polusi, dan kerusakan biodiversitas, belum lagi kenaikan suhu rata-rata bumi yang menurut para ilmuwan saat ini telah melewati ambang batas 1,2 derajat. 

Ia melanjutkan, kondisi yang demikian telah membuat perubahan iklim menjelma menjadi krisis. Belum lagi dampaknya terhadap semua lini, semua sektor kehidupan.

"Jurnalis dan anggota SIEJ khususnya, harus mengarusutamakan isu ini. Jurnalisme tak hidup dalam ruang yang hampa atau sebatas pada sesuatu yang ditorehkan Bill Kovach dalam 9 elemen jurnalismenya.” tegas Joni. 

Jurnalis lingkungan kata Joni harus mampu bergerak untuk tindakan iklim, menggerakkan penyelamatan lingkungan hidup dan sumber daya alam. 

Baca juga: Indonesia Diterjang 96 Bencana Alam di Awal 2023, Saatnya Siapkan Mitigasi

“Muara dari jurnalisme itu adalah kemanusiaan," ucapnya.

RUA yang dihadiri oleh 200 anggota SIEJ dari 24 SIMPUL daerah ini, juga menetapkan lima anggota Dewan Pengawas, masing-masing Andi Fachrizal (kolase.id), Bambang Muryanto (Independen Jurnalis), Irvan Imansyah (CNN Indonesia), Jeckson Simanjuntak (apahabar.com), dan Suriani Mappong (LKBN Antara Sulawesi Selatan).*

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved