PEMPROV GORONTALO

Dinas PU Provinsi Gorontalo Rubah Sampah Jadi Kreasi Bernilai Ekonomis

Dinas PU Provinsi Gorontalo merubah sampah menjadi kreasi hingga bernilai ekonomis. Melalui UPTD TPA Talumelito sampah dirubah menjadi karya seni.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Dinie S Awwali
TribunGorontalo.com/Risman Taharuddin
Hasil olahan sampah yang dirubah menjadi karya seni oleh Dinas PU Provinsi Gorontalo UPTD TPA Talumelito. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Gorontalo merubah sampah menjadi kreasi hingga bernilai ekonomis.

Sampah plastik misalnya, yang berada di UPTD TPA Talumelito tidak hanya di pilah dan di angkut begitu saja, melainkan sampah itu disulap menjadi berbagai karya seni yang memiliki nilai.

Seperti halnya tempat tisu, hiasan dinding, wadah permen dan tempat mineral dan lainnya.

Marten Jusuf Kepala UPTD Regional Talumelito Gorontalo mengatakan, TPA memiliki program pengolahan sampah organik maupun non organik.

“Di TPA, kami memiliki personal pengrajin yang mengelolah sampah dari bahan plastik menjadi kerajinan, khususnya sampah bekas berbahan pelastik,” tuturnya.

Hasil kerajinan dari sampah bekas (plastik) sejauh ini belum dipasarkan oleh dinas TPA, namun kedepan TPA akan menargetkan kerajinan ini.

Kemudian, akan bekerjasama dengan dinas terkait, guna untuk pemasaran, bahwa di TPA juga memiliki kerajinan tangan dari olahan sampah.

“Untuk saat ini kita baru kerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk pemasarannya, kedepannya kita akan komersilkan ke masyarakat,” kata Marten.

22123-MartenJusuf
Marten Jusuf Kepala UPTD Regional Talumelito Gorontalo mengatakan TPA memiliki program pengolahan sampah organik maupun non organik.

Menurut Marten, nantinya kerajinan tersebut dikomersilkan ke masyarakat. Diharapkan, masyarakat juga dapat membuat kerajinan dari sampah plastik, agar secara bersama merubah sampah plastik menjadi sebuah karya bernilai.

“Hal ini baik jika masyarakat juga sudah menjadikan sampah plastik di daur ulang menjadi kerajinan tangan, agar kita bisa mengurangi sampah plastik yang masuk di TPA.” jelasnya.

Sejauh ini, mulai banyak masyarakat serta mahasiswa datang belajar di TPA, untuk membuat kerajinan dari sampah plastik hingga dirubah menjadi sesuatu yang bernilai dan ekonomis.

Kerajinan ini juga bisa dibeli oleh masyarakat, misalnya tempat permen dan mineral. Sepaketnya dibandrol dengan harga Rp 75.000.

“Bagi masyarakat yang ingin belajar cara membuat kerajinan tersebut, di TPA memiliki Gedung pengelolaannya.” imbuhnya.

Tidak hanya sampah non organik yang menjadi sebuah nilai seni, melainkan sampah organik juga dijadikan sebagai pupuk kompos.

Agar pupuk kompos juga dapat berguna, maka TPA kedepan akan bekerja sama dengan dinas terkait. Dalam hal ini Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

“Jika sudah bekerja sama dengan dinas terkait, maka dinas tersebut yang akan mengambil pupuk kompos tersebut dan menyalurkan ke masyarakat.” tandasnya. (*)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved