Breaking News:

Panwascam Kota Utara Gorontalo Memulai Rekrutmen Panwaslu

Sisiana Tuamaji Ketua Panwascam Kota Utara mengatakan tahapan rekrutmen dibuka sejak 14 Januari – 11 Februari 2023.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Sisiana Tuamaji Ketua Panwascam Kota Utara Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Panitia pengawas pemilihan umum Kecamatan (Panwascam) Kota utara buka rekrutmen pengawas Kelurahan dan Desa. 

Sisiana Tuamaji Ketua Panwascam Kota Utara mengatakan tahapan rekrutmen dibuka sejak 14 Januari – 11 Februari 2023.

“Dari tanggal dibukanya rekrutmen itu tentu banyak tahapan yang akan dilalui, setiap tahapan akan berlangsung minimal 7 hari.” tuturnya dalam podcast Tribun, Selasa (17/1/2023). 

Kata Sisiana, saat ini tahapannya masih semantara dalam tahapan pendaftaran, dan sampai saat ini sudah ada 19 orang peserta yang mendaftarkan diri.

Dari banyaknya yang mendaftar, akan diterima per kelurahan hanya satu orang saja, sehingga bagi peserta diharapkan belajar semaksimal mungkin. 

Jika mereka yang tidak lulus dalam tahapan rekrutmen panwaslu, bisa ikut rekrutmen pengawas TPS.

Lanjut kata sisi, syarat bagi pendaftar diantaranya berdomisili di Kota Utara dibuktikan dengan kartu tanda penduduk, surat Kesehatan, terlebih integritasnya. 

Serta minimal usia 21 tahun hingga tidak dibenarkan sebagai orang yang targabung dalam structural partai politik.

Katanya, jika ada mantan pengurus partai yang masuk, akan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada Bawaslu Provinsi Gorontalo.

Mantan Aktivis HMI Cabang Gorontalo itu juga mengungkapkan, perihal titipan politisi maupun birokrasi dalam tahapan rekrutmen bisa dicegah melalui beberapa tahapan.

Misalkan mengecek Nomor Induk Keluarga (NIK) di SIpol.

“Orang-orang titipan akan segera diketahui secara sikap atau integritasnya, terlebih akan terdeteksi di sipol,” tuturnya.

Kata sisi, terkadang ada juga titipan yang tidak termasuk sebagai titipan parpol atau birokrasi, namun yang jelas pihaknya telah memberikan semua tahapan, terlebih untuk mendeteksi orang-orang seperti itu akan dilihat pada saat memasuki tahapan uji public. 

“Akan ada cek and riceknya, jika terdeteksi melalui laporan masyarakat saat uji public, maka segera mungkin akan ada pencarian dan sesegera mungkin ditindak lanjuti, jika terbukti maka akan ada sanksi etik yang akan diberlakukan, sesuai perbawaslu nomor 8,”tegasnya

Sisiana berpesan kepada generasi muda dan semua elemen masyarakat untuk dapat berperan memantau pemilu guna mewujudkan kualitas demokrasi.

“Mereka generasi muda dan masyarakat juga pada dasarnya dapat mengawasi kinerja-kinerja kami.” tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved