Pele Meninggal Dunia: Selamat Bermain Bola dengan Maradona di Surga

Ucapan duka cita untuk Pele terus mengalir. Ada yang menulis pada media sosial, "Selamat bermain bola dengan Maradona di surga".

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ucapan duka cita untuk Pele terus mengalir. Ada yang menulis pada media sosial, "Selamat bermain bola dengan Maradona di surga". 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Raja sepak bola dunia, Pele, wafat pada Kamis 29 Desember 2022 (waktu setempat) atau Jumat dini hari (Wita) dalam usia 82 tahun.

Ucapan duka cita untuk Pele terus mengalir. Ada yang menulis pada media sosial, "Selamat bermain bola dengan Maradona di surga".

Bintang bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento, legenda sepak bola Brasil dan dunia yang lebih dikenal dengan nama Pele. Dia wafat di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Brasil.

Pele menyusul Diego Maradona yang meninggal beberapa waktu lalu. Dua legenda bola dunia itu kini bertemu di surga.

Selama masih ada sepak bola, Pele akan senantiasa bertakhta.

Pele mesti mendapatkan perawatan intensif karena penyakit kanker usus dan infeksi saluran pernapasan yang sempat menderanya.

“Dalam perjalanannya, Edson memukau setiap orang dengan kecemerlangannya dalam olahraga, menghentikan perang, melakukan kerja sosial di seluruh dunia, dan menyebarkan apa yang dipercaya menjadi obat untuk segala masalah: cinta,” demikian pernyataan yang tertuang dalam Instagram resmi Pele.

“Pesan Anda dalam kehidupan akan menjadi warisan untuk generasi yang akan datang. Inspirasi dan cinta menandai perjalanan dari Pele sang raja, yang meninggal dalam damai hari ini.”

“Cinta, cinta, dan cinta selamanya,” demikian baris akhir dari pernyataan dalam Instagram Pele pada 29 Desember atau 30 Desember 2022 dini hari.

Ada alasan kenapa Pele menyandang julukan O Rei, alias Sang Raja. Ia memang bertakhta di singgasana tertinggi sepak bola dunia.

Pele sampai kini menjadi satu-satunya pesepak bola yang sukses memenangi tiga gelar juara Piala Dunia, yakni pada 1958, 1962, dan 1970.

Ketika mengantar Brasil juara pada 1958, Pele masih seorang anak remaja berusia 17 tahun.

Ambisinya mengantar Brasil menjadi kampiun Piala Dunia muncul ketika dirinya melihat sang ayah menangis tersedu meratapi tragedi Maracanazo pada 1950.

Pada 1950, Brasil secara tragis kalah dari Uruguay di kandang sendiri, Stadion Maracana, dalam sebuah laga penentu trofi Piala Dunia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved