Kisah Sugeng 6 Tahun Merantau dari Jawa Timur, Jualan Bakso Keliling di Gorontalo
Sugeng adalah warga Jember, Jawa Timur, merantau ke Gorontalo sejak 2017. Alasanya demi mencari uang untuk keluarga tercinta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/28122022_bakso-mas-takim.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seperti biasa, sejak pagi Sugeng sudah berjualan bakso keliling di pinggiran Jalan Jendral Sudirman No 30, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Rabu (28/12/2022).
Tak peduli panas matahari, pria berusia 37 tahun itu jalan kaki berjualan dengan mengenakan kaos oblong.
Sugeng adalah warga Jember, Jawa Timur, merantau ke Gorontalo sejak 2017. Alasanya demi mencari uang untuk keluarga tercinta.
Enam tahun di Gorontalo, Sugeng berjualan bakso keliling.
"Saya sudah enam tahun di Gorontalo jualan bakso keliling." ungkap Sugeng.
Sembari melayani konsumen, Sugeng bercerita kepada Tribungorontalo.com untuk harga satu mangko porsi bakso hanya Rp 10 ribu.
Ia bercerita, meski hanya berjualan bakso keliling, namun dari 6 tahun kerja kerasnya itu, dirinya senang, karena bisa memberikan hidup yang layak untuk keluarganya.
"Saya berkeluarga hanya 3 orang, anak dan istri saya," jelasnya.
Bakso yang dijual Sugeng sebetulnya bukan miliknya sendiri. Ia hanya pegawai, berbagi keuntungan dengan pemilik “Bakso Mas Takim” tersebut.
"Dan Gerobaknya tersebar di Kota Gorontalo. seperti di taman kota, depan kampus Universitas Negeri Gorontalo, depan kantor RRI, depan Gelanggang Nani Wartabone dan di sekolah-sekolah," ucap Sugeng. (*)