Liga 3 Gorontalo
Polres Gorontalo Kota Perketat Izin Liga 3 Gorontalo, Ini Alasannya
Meski begitu, terkait perizinan yang ketat, AKBP Ardi Rahananto menegaskan, bahwa prinsip itu adalah standar yang memang harus dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/27122022_ardi-rahananto-AKBP.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Perhelatan Liga 3 Gorontalo masih terkendala perizinan dari kepolisian. Bukan tanpa alasan, menurut Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Ardi Rahananto, kini perizinan jauh lebih ketat dari sebelumnya.
Meski begitu, terkait perizinan yang ketat, AKBP Ardi Rahananto menegaskan, bahwa prinsip itu adalah standar yang memang harus dilakukan.
“Pada Prinsipnya kami kepolisian siap mengamankan kegiatan, dan kami tidak pernah menghambat jika kegiatan tersebut sudah memenuhi standar,” ujar Kapolres Gorontalo Kota saat Konferensi Pers di Warkop Amal, Selasa (27/22/2022).
Meski begitu, AKBP Ardi yang kini akan segera dimutasi ke Polda Gorontalo itu menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan panitia. Terutama soal keamanan penyelenggaraan Liga 3 Gorontalo.
Merujuk pada surat yang dikeluarkan oleh Kapolri terkait Peraturan Polri (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan penyelenggaraan kompetisi olahraga, setiap penyelenggaraan acara berskala besar, harus meningkatkan standar keamanan.
Perpol Nomor 10 Tahun 2022 membagi jenis gangguan dalam kompetisi olahraga ke dalam tiga jenis, yaitu potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata.
“Intinya kami dari polres tidak pernah menghambat, tidak pernah melarang kegiatan itu tidak boleh dilaksanakan, namun ada standar standar dan itu sudah di komunikasia ke pihak panitia atau penyelenggara agar bisa dilengkapi,” katanya.
Standar keamanan ini perlu diperhatikan, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Panitia harus bisa memastikan kesiapannya terhadap membludaknya penonton.
“Panitia penyelenggara ini harus siap dengan banyaknya penonton, fasilitas pengamanan kegiatan, dan mitigasi risiko harus siap. Terlebih kompetisi bola kaki, yang pada umumnya melibatkan banyak suporter dari tiap pendukung.” katanya.
Panitia harus bisa memastikan RS mana yang akan digunakan sebagai rujukan. Berapa ambulance yang akan disiapkan, lalu apakah pintu keluar aman jika penontonnya banyak.
“Untuk kegiatan di kota Gorontalo sendiri kita selalu berkoordinasi untuk kegiatan berskala besar, bukan hanya sepak bola, konser dan lainya kami persiapkan sebaik-baiknya,” tutup Kapolres.(*)