Politeknik Gorontalo

Kampus Poligon Batal Merger dengan UNG, Kini Disiapkan Jadi Perguruan Tinggi Negeri

Perihal itu dibahas oleh Penjabat Gubernur Hamka Hendra Noer rapat bersama Ketua Yayasan Poligon Weni Liputo. Rapat berlangsung di Aula Rumah Jabatan

TribunGorontalo.com
Doc Poligon 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah kini menyiapkan Politeknik Gorontalo (Poligon) beralih status perguruan tinggi negeri (PTN). 

Perihal itu dibahas oleh Penjabat Gubernur Hamka Hendra Noer rapat bersama Ketua Yayasan Poligon Weni Liputo. Rapat berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Minggu (25/12/2022).

Sebelumnya kampus swasta Poligon memeng disebut akan merger sebagai kampus vokasi dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

Rupanya rencana itu kandas, sebab bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 7 tahun 2020. 

Aturan tersebut menyebutkan, kampus negeri tidak bisa bergabung (merger) dengan swasta.

“Kita membahas Poligon menjadi PTN itu peluangnya besar sekali, baik dari aspek administrasi maupun aturan-aturan yang ada. Bahkan dari sarana pun kita memenuhi kualifikasi. Sejatinya ini jauh lebih mudah ketimbang digabung dengan UNG,” kata Hamka.

Beralihnya Poligon jadi PTN, akan menambah jumlah perguruan tinggi negeri di Gorontalo. Warga di provinsi tetangga akan lebih banyak kuliah di Gorontalo

Apalagi ini sejalan dengan visi misi Pemprov membangun sumber daya manusia.

Demi memuluskan hal itu, Hamka mengaku akan duduk bersama tim DPRD Provinsi Gorontalo. Ia akan melakukan akselerasi persetujuan alih status ini, sebelum ke Kemendikbud. 

“Apalagi tadi ketua yayasan support dan sangat setuju dengan hal ini, saya rasa tidak ada masalah lagi. Berikan kami waktu sampai Februari 2023,” tegasnya.

Di tempat yang sama Ketua Tim Percepatan Poligon Negeri Syamsul Qamar Badu menyebutkan, ada beberapa syarat yang dikeluarkan oleh Kemendikbud untuk alih status PTN. 

Pertama adalah bagaimana komitmen pemerintah daerah juga yayasan untuk ahli status ini. Kedua, tim harus menyusun rencana pengembangan selama 30 tahun.

“Jadi selama 30 tahun itu harus diperlihatkan bagaimana peranan Poligon ini terhadap pengembangan daerah utamanya dari sisi SDM. Apakah SDM yang diluluskan ini langsung terserap dengan lapangan kerja atau tidak,” beber mantan Rektor UNG itu.

Poligon berdiri pada tahun 2008 di bawah binaan Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan tiga program studi, yaitu Mesin dan Peralatan Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, serta Teknik Informatika. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved