Buka Musyawarah Pengurus Partai Golkar Level Kelurahan Se-Kota Gorontalo, Ini Pesan Marten Taha
Karena itu, kelurahan dibutuhkan partai menjalankan program serta cita-cita agar tercapai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/21122022_Musyawarah-Pengurus-Partai-Golkar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Marten Taha membuka musyawarah kelurahan (Muslur) Partai Golkar Se-Kota Gorontalo, Rabu (21/12/2022).
Wali Kota Gorontalo dua periode itu menyebut, musyawarah tingkat kelurahan penting, sebab merupakan unit terkecil dari struktur organisasi partai.
Karena itu, kelurahan dibutuhkan partai menjalankan program serta cita-cita agar tercapai.
Katanya, pengurus kelurahan sebagai bagian yang memegang peran sangat penting dan strategis serta merupakan unit paling terdepan.
Makanya, unit itu menjadi ujung tombak yang harus berjuang keras untuk memenangkan pertarungan.
"Sebagai ujung tombak dari kecamatan dan DPD II maka harus diberikan tombak yang runcing, sehingga nya melalui muslur tentu harus lahir pengurus yang handal." tuturnya.
Jika pemimpin yang terpilih di tingkat kelurahan kemudian tidak diterima di lingkungannya, sekiranya ini menjadi sebuah masalah besar.
Artinya kata dia, partai golkar akan dijauhi masyarakat sekitar. Sebab kedekatan adalah kunci utama.
Lanjutnya, bagi yang bermusyawarah maka harus benar-benar bermusyawarah. Artinya harus beremuk, bukan berkelahi di dalamnya.
"Musyawarah ini tentu harus menjaga benih-benih dan nilai demokrasi partai. Banyak organisasi yang gagal bermusyawarah yang pada akhirnya membentuk organisasi masing-masing, semoga itu tidak terjadi di partai Golkar. " tegasnya.
Marten minta seluruh kader menerapkan prinsip demokrasi yang dianut partai Golkar, sesuai dengan nomor urut partai.
Meyke Camaru sekretaris DPD II Golkar Kota Gorontalo mengatakan, musyawarah hari ini berkesesuaian dengan instruksi pimpinan pusat serta Juklak dan regulasi lainnya.
Ini kata dia dalam rangka melakukan konsolidasi dan koordinasi, mulai dari pimpinan pusat, provinsi, kabupaten, kota hingga kelurahan.
Dirinya berharap musyawarah tidak hanya menjadi ajang gonto-gontokan, namun harus melahirkan kepengurusan yang baru sesuai demokrasi berkelanjutan.
"Musyawarah menjadi ujung tombak tahun politik 2024 nanti." jelasnya.
Dirinya berharap melalui musyawarah ini, mampu melahirkan pengurus yang berkualitas. (*)