Piala Dunia 2022

Belanda vs Argentina di Perempat Final Piala Dunia: Kebahagiaan yang Ditunggu Itu

Hidup adalah apa yang terjadi di antara Piala Dunia, begitu menurut rakyat Argentina. Ketika kepada sejumlah orang Argentina ditanyakan Piala Dunia.

Editor: Lodie Tombeg
AFP/KUDRYAVTSEV
Pendukung Argentina bersorak sebelum dimulainya pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Argentina dan Australia di Stadion Ahmad Bin Ali di Al-Rayyan, barat Doha, Sabtu 3 Desember 2022. 

Oleh Willy Kumurur, penikmat bola
 
TRIBUNGORONTALO.COM - Hidup adalah apa yang terjadi di antara Piala Dunia, begitu menurut rakyat Argentina. Ketika kepada sejumlah orang Argentina ditanyakan Piala Dunia mana yang pertama kali mereka ingat?

Sebagian besar generasi milennial, dan apalagi generasi centenial, tidak tahu tentang kegembiraan yang luar biasa saat menyaksikan Diego Armando Maradona mencium trofi pada tahun 1986.

Generasi milenial masih terlalu muda sedangkan generasi centennial belum lahir saat itu. Memori formatif generasi milenial terjadi 15 tahun kemudian, ketika perekonomian Argentina runtuh.
 
Kisah heroik kemenangan Maradona tak bisa menghapus masalah ekonomi dan korupsi politik yang selalu menghantui generasi muda di negeri itu.

Setelah inflasi tinggi selama beberapa dekade, tingkat inflasi Argentina saat ini lebih dari 10 kali lipat dari AS, dan diproyeksikan mencapai 100 persen sebelum akhir tahun ini.

Lebih dari 36 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Ketika ditanya November yang lalu tentang rencana pemerintah untuk mengatasi masalah ini, Menteri Tenaga Kerja Kelly Olmos mengatakan bahwa yang lebih mendesak adalah bagaimana Argentina memenangkan Piala Dunia.
 
Para pemain Argentina memahami taruhannya. Setelah menang atas Meksiko, kiper Emiliano Martínez sadar bahwa mereka mendapat dukungan dari 45 juta orang Argentina.

Dia juga sadar bahwa timnya memikul beban negara yang mengandalkan mereka untuk memberi kabar baik; dan kabar baik itu adalah kemenangan.

Pelatih Lionel Scaloni berusaha meringankan beban timnya. “Ini adalah pertandingan sepak bola, jangan kaitkan dengan lain-lain” katanya.

Scaloni kemudian meyakinkan para pemainnya bahwa, "menang atau kalah, matahari akan terbit besok." Namun, rakyat Argentina tidak sependapat dengan Scaloni.

Bagi rakyat pimpinan Presiden Alberto Fernández, Piala Dunia adalah satu bulan setiap empat tahun di mana mereka boleh bermimpi besar.
 
Koran Belanda, Algemeen Dagblad, memberitakan bahwa Tim Oranye tidak hanya akan bermain melawan Lionel Messi dan timnya, tetapi juga akan bertemu puluhan ribu fans Argentina di Stadion Lusail yang megah.

Ada suporter Argentina yang menjual mobil dan rumah agar bisa pergi menonton langsung laga itu.

Palang pintu tim Belanda, Virgil Van Dijk, berkata, “Kami tak hanya disiapkan untuk menghentikan Messi, tapi juga tim Argentina.”

Sementara bagi Messi melawan tim oranye adalah laga yang sulit, “Mereka punya geweldige spelers en een geweldige coach (pemain hebat dan pelatih hebat).”
 
Di atas segalanya, turnamen sepak bola internasional seperti Piala Dunia adalah yang menyatukan negara Argentina yang terpecah.

Orang Argentina yang menjadi kolumnis The Atlantic, Aldana Vales, menulis, “Ketika kami kalah, kami berduka secara kolektif. Di saat-saat meratapi kekalahan, dengan nada yang paling tragis kami menulis di media sosial: nunca vamos a ser felices (kita tidak akan pernah bahagia).”
 
Laga dini hari nanti, akan menjadi duel antara pelatih termuda di Piala Dunia di Qatar, Lionel Scaloni (44 tahun) dari Argentina versus pelatih tertua Louis Van Gaal (71 tahun) dari Belanda, tulis Buenos Aires Times.

Scaloni mengatakan bahwa ia masih bermain untuk Deportivo La Coruna, pada saat van Gaal sudah melatih Barcelona.

Itu berarti ketika Scaloni terjun ke kancah sepak bola Eropa, pada usia 19 tahun, Van Gaal sudah menjadi pelatih bergengsi berusia 46 tahun yang membawa Ajax menjuarai Liga Champions dan Piala Interkontinental pada 1995.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved