Kamis, 5 Maret 2026

Masjid Raya Gorontalo

Masjid Raya Gorontalo dan Islamic Center Mulai Dibangun Januari 2023 di Danau Limboto

Lokasi pembangunan Masjid Raya Gorontalo dan Islamic Center di Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Tayang:
zoom-inlihat foto Masjid Raya Gorontalo dan Islamic Center Mulai Dibangun Januari 2023 di Danau Limboto
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Potret Danau Limboto di sore hari. 

TRIBUNGORONTALO.COMBupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menegaskan pembangunan Masjid Raya Gorontalo dan Islamic Center akan dimulai 23 Januari 2023. 

Diketahui, 23 Januari adalah hari patriotik kemerdekaan Gorontalo.

Lokasi pembangunannya di Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo. Nelson sebagai bupati, mengaku sangat menyambut baik rencana tersebut. 

Adapun keputusan lokasi pembangunan Masjid Raya Gorontalo dan Islamic Center telah disepakati dalam kegiatan lokakarya Sabtu (19/11/2022) kemarin. 

Sejumlah pihak hadir dalam lokakarya itu, di antaranya unsur pemerintah provinsi, dewan masjid, serta perwakilan legislatif. 

“Pembangunan Masjid Raya Gorontalo di Danau Limboto tentu akan memberikan nuansa baru.” kata Nelson, “dengan adanya pembangunan ini maka Danau Limboto akan lebih tertata lagi.”

Menurut bupati dua periode itu, Masjid Raya Gorontalo dan Islamic Center akan berdampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi keagamaan, sisi ekonomi, serta sisi sosial budaya yang berada di sekitar.

“Bisa dibayangkan jika nuansa keagamaan berada di sekitar Danau Limboto,” tuturnya.

Kata Nelson, nantinya lokasi pesisir danau yang akan dibangun Masjid Raya Gorontalo adalah Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. 

Kata Nelson, ada lahan di desa itu yang telah berstatus milik pemerintah pusat. Jadi Pemerintah Gorontalo tak perlu pusing dengan biaya pembebasan. 

“Semoga ini segera terealisasi bekerja sama dengan semua pihak, terutama Pemerintah Provinsi dan juga Dewan Masjid Indonesia segera menindak lanjuti apa yang menjadi hasil pembahasan,”tuturnya.

Sebelumnya, pembangunan Islamic Center dan Masjid Raya Gorontalo direncanakan dibangun di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. 

Namun dalam lokakarya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gorontalo, DPRD Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, bersepakat menggeser lokasinya.

Rusliyanto Monoarfa, ketua panitia pembangunan Masjid Raya Gorontalo mengatakan, Danau Limboto adalah lokasi yang strategis. Terutama dari sisi akses. 

Apalagi pemerintah tidak perlu membebaskan lahan. Sebab lahan di Danau Limboto tersebut berstatus milik pemerintah pusat.

Sementara jika dipaksakan di Moodu, pemerintah harus mengeluarkan dana sebesar Rp.51 miliar. Angka itu hanya untuk pembebasan lahan, belum pembangunan fisik.

“Kami merasa lebih enak jika kita membangun di lokasi yang tidak perlu dibeli,” tuturnya.

Saat ini panitia sudah mengantongi dana sebesar Rp 3,1 miliar. Dana itu berasal dari potongan gaji pegawai pemerintah provinsi dan donasi masyarakat.

Ambisi pemerintah untuk membangun Masjid Raya Gorontalo dan Islamic Center telah mencuat sejak 2015 silam. 

Namun rupanya tidak gampang mewujudkan itu. Bahkan dalam dua periode kepemimpinan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, rencana pembangunannya mandek.

Tidak sedikit dana yang dibutuhkan dalam pembangunan masjid ini. Rusli Habibie pernah menyebut, jika pihaknya butuh dana sebesar Rp 562 miliar demi merampungkan proyek tersebut. 

“Makanya kami butuh dukungan dan restu semua pihak termasuk dari pemerintah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha, donatur dan masyarakat umum,” kata Rusli Habibie pada 2019 silam saat dirinya masih menjabat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved