Jumat, 6 Maret 2026

Festival Pesona Danau Limboto

Bonny Moonti Minta Pemerintah Gorontalo Terus Kembangkan Lomba Alanggaya Bulia

Ketua Panitia Lomba Alanggaya Bulia (layang-layang), Bonny Moonti meminta pemerintah Provinsi Gorontalo agar terus mengembangkan lomba layang-layang.

Tayang:
Editor: Dinie S Awwali
zoom-inlihat foto Bonny Moonti Minta Pemerintah Gorontalo Terus Kembangkan Lomba Alanggaya Bulia
TribunGorontalo/Fajri Kidjab
Seorang peserta lomba Alanggaya Bulia, Taufik dari tim Panta Hitam Nike. Ketua Panitia Lomba Alanggaya Bulia (layang-layang), Bonny Moonti meminta pemerintah Provinsi Gorontalo agar terus mengembangkan lomba layang-layang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kabupaten Gorontalo - Ketua Panitia Lomba Alanggaya Bulia (layang-layang), Bonny Moonti meminta pemerintah Provinsi Gorontalo agar terus mengembangkan lomba layang-layang.

Hal itu diungkapkan Bonny saat membuka lomba Alanggaya Bulia, di Festival Pesona Danau Limboto (FPDL), Minggu (20/11/2022).

"Mereka butuh dukungan dari pemerintah. Maka melalui pekan FPDL ini, kita coba masukkan. Dan akhirnya disupport oleh pak bupati," kata Bonny kepada TribunGorontalo.com

Kendati begitu, para pecinta Alanggaya Bulia mengharapkan event seperti itu tidak hanya digelar saat festival saja. Melainkan, terus dilaksanakan secara rutin.

Bonny melihat lomba tersebut sebagai turnamen yang banyak diminati masyarakat Gorontalo. Bahkan, warga Manado datang jauh-jauh ke Gorontalo hanya untuk menyalurkan hobi mereka lewat lomba tersebut.

"Bisa bapak lihat. Ini baru pagi sudah banyak begini. Sebentar sore pasti lebih banyak lagi," ucap Bonny.

Pantauan TribunGorontalo.com, kurang lebih 50 tim telah mendaftar pada perlombaan tersebut.

Menurut Ketua Pelaksana, Ridwan Pakaya, Manado mengutus lima tim. Diantaranya BAM, Liberty Manado, Permata, 46, dan Bola Api. Diperkirakan, sekitar 400 layang-layang akan berterbangan di langit Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Lanjut Bonny mengatakan, pelaksanaan lomba dipercepat. Mengingat, pihak FPDL hanya memberikan waktu dua hari.

"Padahal dua hari itu tidak cukup. Kita mulai sedari kemarin, tetapi cuaca tidak memungkinkan, sehingga dilanjutkan hari ini," ucap Bonny.

Lomba di mulai panitia pada pukul 10.00 Wita. Beberapa peserta mulai berguguran. Satu per satu layang-layang jatuh ke danau Limboto.

Diketahui, para peserta terbagi dalam delapan grup. Setiap peserta bisa menerbangkan hingga sepuluh layang-layang.

Disisi lain, turnamen yang diselenggarakan di Danau Limboto itu sempat ricuh. Beberapa tim dinyatakan tereliminasi, sebab tidak mendengarkan arahan panitia pelaksana.

Baca juga: Festival Pesona Danau Limboto: 50 Tim Ikuti Lomba Layang-layang

Ketua pelaksana, Ridwan Pakaya bertindak tegas menggugurkan tim yang tidak menaikkan layangan mereka dalam 15 menit pertama. Akibatnya, banyak peserta melancarkan protes. Namun, setelah beberapa saat kemudian, situasi kembali kondusif.

Sekadar informasi, lomba Alanggaya Bulia ini merupakan bagian dari sepuluh perlombaan di Festival Pesona Danau Limboto (FDPL).

FDPL mulai dibuka pada 19 November dan akan berlangsung hingga 23 November 2022. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved