Ada 124 Ribu Warga Bone Bolango - Gorontalo Gantungkan Hidup dari Tambang Batu Hitam Suwawa
Dewa Diko adalah juru bicara penambang. Ia juga menjadi jenderal lapangan (jenlap) aksi demonstrasi penambang Suwawa pada Senin 14 November 2022 kemar
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dewa Diko menyebut, sedikitnya 75 persen warga Bone Bolango menggantungkan hidup di tambang Suwawa.
Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS) Gorontalo jumlah penduduk Bone Bolango 2017-2019 mencapai 165.334. Artinya 75 persen mencapai 124 ribu.
Dewa Diko adalah juru bicara penambang. Ia juga menjadi jenderal lapangan (jenlap) aksi demonstrasi penambang Suwawa pada Senin 14 November 2022 kemarin.
Saat ini, penambang tengah menghadapi konflik kawasan dengan perusahaan PT Gorontalo Minerals (PT GM). Cicit perusahaan Bakrie Group ini menjadi pemegang izin konsesi wilayah yang kini dieksplorasi masyarakat.
Karena merasa terancam, dan kerap dikriminalisasi oleh PT GM, penambang Suwawa berontak. Mereka menuntut keadilan.
Memang cukup dilematis jika menurut anggota DPRD, Kris Wartabone. Di sisi lain penambang Suwawa sudah memanfaatkan isi perut bumi Bone Bolango itu sejak tahun 1992.
Sementara perusahaan melalui izin resmi pemerintah, datang pada 2019 dengan izin eksplorasi hingga 2052. Tidak jarang, penambang dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Padahal, tambang Suwawa di pegunungan Bone Bolango, menjadi satu-satunya harapan warga setempat dalam hal ekonomi.
"Maka dari itu masyarakat penambang, meminta agar pihak Pemda dan PT GM segera mencarikan solusi terkait pertambangan batu hitam (Galena) di wilayah Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango tersebut," kata Dewa Diko.
Perlu diketahui, dari pertambangan Suwawa, masyarakat mengeksplorasi hasil bumi berupa emas dan batu hitam (galena).
Dewa Diko meminta, pemerintah dan para pihak memberi penambang ketenangan dan kedamaian dalam memenuhi hajat hidup keluarga. Agar mereka bisa menyekolahkan anak-anak menggunakan hasil tambang.
Sebab, apabila mata pencaharian masyarakat Suwawa terganggu, Dewa menilai akan dapat menimbulkan atau meningkatkan kriminalitas di wilayah Suwawa.
“Kami meminta agar dicarikan solusi agar polemik dan konflik yang lahir di internal para penambang dapat segera terselesaikan,” tutur Dewa Diko dalam aksi demonstrasi kemarin, Selasa (14/11/2022).
Karena itu, mereka menginisiasi diskusi terpumpun. Berharap pemerintah daerah, wakil rakyat di DPR, dan pihak PT GM.
Ini agar lahir solusi yang tidak merugikan masyarakat dan begitupun PT GM pemegang izin konsesi.
“Untuk itu, pada tanggal 29 November kami akan melaksanakan Forum discussion Group (FGD," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/15112022_tambang-emas_.jpg)