Piala Dunia 2022
Skuad Wales di Piala Dunia 2022: Ujian Eks Striker Real Madrid
Gareth Bale dan Joe Allen menjadi daya tarik sendiri bagi Wales. Mantan stiker Real Madrid ini diharapkan bisa berbuat banyak untuk negaranya.
TRIBUNGORONTALO.COM - Wales adalah negara peserta Piala Dunia 2022 Qatar. Dia berada di Grup B bersama Inggris, Iran dan Amerika Serikat.
Gareth Bale dan Joe Allen menjadi daya tarik sendiri bagi Wales. Mantan stiker Real Madrid ini diharapkan bisa berbuat banyak untuk negaranya.
Berikut profil singkat negara Wales dan skuad yang akan tampil di Piala Dunia 2022 dikutip dari wikipedia dan tribunnews.
Wales merupakan sebuah negara konstituen atau bagian dari negara resmi Britania Raya.
Meski nama 'Principality of Wales' sering dipakai, tetapi banyak yang menentang, sebab Pangeran Wales (Prince of Wales) tidak memiliki peran apapun dalam pemerintahan Wales (Wales merupakan kepangeranan dengan wilayah terluas di dunia).
Wales pada era Romawi. Kekaisaran Romawi yang pernah menaklukkan daerah ini, memberi nama Wales: Cambria, yang kemungkinan besar adalah bentuk Latin dari Cymru.
Bahkan konon Magnus Maximus, salah seorang kaisar terakhir, menikahi Elen atau Helen, putri seorang kepala suku Wales dari Segontium, yang sekarang bernama Caernarfon.
Wales tidak pernah ditaklukkan oleh suku bangsa Anglo-Saxon ketika Britania Raya diinvasi pada abad ke-7 Masehi berkat perlawanan sengit penduduk setempat.
Seorang Raja Saxon; Offa dari Mercia, diceritakan konon membangun sebuah tembok raksasa sepanjang perbatasan kerajaannya untuk menandai sebuah bagian besar daerah yang bernama Powys yang telah direbut dari orang Wales.
Beberapa bagian “Tembok Offa” (Offa's Dyke) masih bisa dilihat sekarang ini.
Ketika orang Normandia yang dipimpin oleh (William sang Penakluk) mengalahkan raja Harold di Hasting, Inggris dan menaklukkan mereka pada tahun 1066, Wales belum dikuasai.
Wales baru dikalahkan pada tahun 1282 ketika, Raja Edward I dari Inggris mengalahkan Pangeran Llywelyn Yang Terakhir, pangeran Wales merdeka yang terakhir.
Untuk mengontrol orang Wales, orang Inggris membangun banyak kastil seperti di Caernarfon, Conway dan Harlech.
Setelah kekalahan Pangeran Llywelyn Yang Terakhir, Inggris sedikit demi sedikit memperluas kekuasaan mereka sampai pada tahun 1536, dengan “Act of Union” Wales dipersatukan dengan Inggris dan dibagi menjadi 13 county yang kurang lebih bisa diterjemahkan dengan kata kabupaten, yaitu Anglesey, Brecon, Caernarfon, Cardigan, Carmarthen, Denbigh, Flint, Glamorgan, Merioneth, Monmouth, Montgomery, Pembroke dan Radnor.
Ketika itu Hukum Inggris diberlakukan di Wales dan bahasa Wales dilarang dipakai untuk situasi resmi.
Orang-orang Wales sebagian besar juga tidak diberi kesempatan menduduki jabatan resmi.
Wales dianggap bagian dari Inggris dan kemudian Britania Raya sampai tahun 1955, ketika Cardiff dimaklumatkan sebagai ibu kota. Lalu pada tahun 1999 “The National Assembly for Wales” (Parlemen Wales) didirikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/131122-Timnas-Wales13.jpg)