Kini Pencak Silat Digunakan Menangkal Paham Intoleransi dan Radikalisme
Kepala BNPT RI yang juga Ketua Dewan Pembina PCBI, mengajak seluruh perguruan pencak silat untuk mengisi ruang digital nasional
TRIBUNGORONTALO.COM – beladiri Pencak Silat yang merupakan peninggalan leluhur bangsa Indonesia, kini menjadi garda terdepan melawan virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Demikian dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar, dalam keterangannya terkait acara Milad ke-27 dan Ritual Keceran Pusaka Cimande Banten Indonesia (PCBI) di Kota Serang, Provinsi Banten pada Jumat (11/11/2022).
"Pencak silat merupakan olahraga seni beladiri peninggalan leluhur wajib kita lestarikan sepanjang masa," kata dia.
Kepala BNPT RI yang juga Ketua Dewan Pembina PCBI, mengajak seluruh perguruan pencak silat untuk mengisi ruang digital nasional dengan berbagai pertunjukan silat.
Tujuannya agar generasi muda Indonesia mengenal dan menumbuhkan minat untuk mempelajari olah raga pencak silat.
"Setiap perguruan silat di Banten dapat berikan gerakan-gerakan silat dan sebarluaskan perguruan silat di media sosial sehingga meningkatkan daya minat putra putri dalam membangun ketahanan fisik dan mental pada pencak silat," kata Boy Rafli.
Ketua Umum PCBI Rambun Sumardi menambahkan pihaknya sependapat dengan gagasan Kepala BNPT agar generasi muda lebih mencintai Pencak Silat.
Untuk itu, PBCI dipastikan siap melestarikan pencak silat sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia, khususnya dari ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme.
"PBCI menjadi pilar dalam menjaga tanah air yang terbaik untuk bangsa dan negara," pungkas dia. Adv (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/12112022_Boy-Rafli-Amar.jpg)